Chief Economist IQI Global: Dampak Program Makan Gratis Mulai Terasa dalam 12 Hingga 15 Bulan

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian dipandang sebagai langkah strategis pemerintah yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menanam fondasi kuat bagi masa depan ekonomi Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Chief Economist IQI Global, Shan Saeed menilai bahwa di tengah dinamika global yang penuh tekanan, kebijakan seperti MBG memang tidak memberikan dampak instan. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan ekonomi membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil nyata.

“Program makan gratis adalah langkah baru, investasi jangka panjang. Memang tidak langsung terasa hasilnya, butuh waktu,” katanya di Jakarta, Selasa 28 April 2026.

Ia menambahkan, secara umum dampak kebijakan ekonomi baru akan terlihat dalam kurun 12 hingga 15 bulan setelah implementasi. Hal ini krusial mengingat tekanan global saat ini, mulai dari kenaikan harga minyak hingga konflik geopolitik dan isu ketahanan pangan.

Dalam situasi tersebut, Indonesia dinilai masih berada dalam posisi yang relatif baik. Shan melihat kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok sebagai salah satu kekuatan utama bagi stabilitas nasional.

“Saya lihat Indonesia cukup baik dalam menjaga pasokan makanan pokok seperti beras, ayam, telur,” ungkapnya.

Program MBG juga dinilai berperan dalam memastikan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ketika kebutuhan seperti makanan, listrik, dan air dapat terpenuhi, hal tersebut menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

“Kalau kebutuhan dasar seperti makanan, listrik, air terpenuhi, itu sudah berkah besar,” lanjut Shan.

Mengenai potensi ekonomi RI, ia menilai bahwa keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai terlihat dari berbagai indikator. Stabilitas kebijakan, pertumbuhan ekonomi, serta kredibilitas pemerintah menjadi faktor utama yang diperhatikan investor.

“Investor melihat angka-angka ini. Dan data terbaru juga menunjukkan tren yang positif,” jelasnya.

Ke depan, peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih terbuka lebar. Bahkan, Shan menyebut bahwa jika tensi konflik global mereda, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melampaui angka 6 persen.

Dengan demikian, program MBG tidak hanya dipandang sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai investasi strategis yang dapat memperkuat kualitas SDM, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong ketangguhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Membagi Gaji UMR untuk Penuhi Kebutuhan Sebulan
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kronologi Istri di Banyuwangi Disiram Bensin dan Dibakar Suami Saat Hendak Salat Isya, Begini Nasib Keduanya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Puluhan Perempuan di Tegal dan Karawang Dilatih dan Diberi Bantuan Modal Usaha
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hasil Babak I: Mistar Gawang dan Dimas Galih Selamatkan PSBS Biak dari Gempuran Malut United
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Selidiki Keterlibatan Taksi Green SM dalam Kecelakaan Tabrakan Kereta Bekasi, Kemenhub Bentuk Tim Khusus
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.