Grid.ID - Omar Daniel turut berperan dalam film Keluarga Suami Adalah Hama yang mengangkat konflik rumah tangga intens akibat campur tangan keluarga besar. Film ini menghadirkan cerita yang dekat dengan realita banyak pasangan, terutama soal batasan dalam hubungan.
Dalam proyek tersebut, Omar tidak hanya berakting, tetapi juga menyerap banyak pelajaran dari cerita yang diangkat. Ia menilai isu yang dihadirkan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Omar pun mengungkapkan pandangannya sebagai seorang laki-laki terkait pentingnya menjaga batasan antara keluarga dan pasangan. Menurutnya, kesadaran akan peran masing-masing menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang sehat.
"Pastinya batasan (boundaries) itu penting banget dalam keluarga ya. Terutama kesadaran masing-masing bahwa, oke ini kita sudah menikah, kita punya ranahnya sendiri," ujarnya saat berada di Senayan City, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026).
Ia menekankan bahwa setelah menikah, pasangan harus memiliki ruang tersendiri yang tidak bisa dicampuri oleh pihak lain. Hal ini penting agar hubungan tetap berjalan harmonis tanpa tekanan dari luar.
"Orang tua juga punya ranahnya sendiri. Di mana ranahnya pola didik orang tua terhadap anak tidak boleh dicampuradukkan sama istri, sebaliknya pun juga gitu. Ranah suami-istri orang tua nggak boleh ikut campur," katanya.
Menurut Omar, batasan ini bukan berarti menjauh dari keluarga, melainkan menciptakan keseimbangan dalam hubungan. Dengan begitu, setiap pihak tetap saling menghormati perannya masing-masing.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dalam membangun batasan tersebut. Tanpa komunikasi yang baik, potensi konflik akan semakin besar.
"Jadi itu hal yang penting dan semua itu pastinya dilandasi dengan komunikasi yang clear antara anak ke orang tuanya, anak ke istrinya, untuk membentuk boundaries itu terlihat jadi lebih haluslah suasananya," ucapnya.
Pengalaman terlibat dalam film ini pun memberikan dampak pada cara pandangnya dalam kehidupan pribadi. Omar mengaku kini menjadi berhati-hati dalam memilih pasangan maupun memahami latar belakang keluarganya.
"Pastinya lebih hati-hati. Ya sebenarnya kesadaran kita ajalah, itu kan hal yang penting, jadi ya pasti hati-hati itu harus perlu," pungkasnya.(*)
Artikel Asli




