JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah meningkatnya tuntutan praktik bisnis berkelanjutan, isu sustainability masih sering dipandang sebagai biaya tambahan.
Namun, Anggota Dewan Pengawas Indonesia Society of Sustainability Professionals (IS2P) Sony Sukada dalam Lestari Forum, Kamis (9/4/2026), menilai pendekatan simbolis sudah tidak lagi relevan. Dunia usaha kini dituntut menghadirkan dampak yang nyata, terukur, dan selaras dengan kebutuhan bisnis.
Tekanan terhadap perusahaan juga semakin besar, mulai dari efisiensi biaya hingga transparansi kepada pemangku kepentingan. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak pasti, setiap inisiatif termasuk keberlanjutan harus mampu memberi nilai tambah bagi operasional perusahaan.
Baca Juga: Gerbong KRL Khusus Wanita Berada di Ujung, Menteri PPPA Usul Pemindahan Pascatabrakan, Negara Lain?
Deretan Perusahaan yang Buktikan Sustainability Bisa Menguntungkan
Sejumlah perusahaan pemenang Lestari Awards 2025 menunjukkan keberlanjutan bisa menjadi strategi bisnis yang konkret dan berdampak langsung.
1. PLN (Persero)
PLN meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu kategori Good Health and Wellbeing serta Talent Management. Dua program unggulan yang dijalankan adalah GELORA (Gerak Kolaboratif UID Banten Jawara) dan Transformasi SDM PLN Icon Plus.
Program ini berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui kesehatan, pelatihan kompetensi, dan budaya kerja. Transformasi SDM dilakukan lewat pelatihan, coaching, serta digitalisasi sistem human capital.
Sementara itu, program GELORA mendorong gaya hidup sehat berbasis teknologi dengan pemantauan aktivitas pegawai. Hasilnya, terjadi peningkatan keterlibatan karyawan, pemanfaatan layanan kesehatan digital, serta efisiensi biaya kesehatan.
2. Sido Muncul
Sido Muncul meraih penghargaan kategori Innovative Partnership melalui program "Growing Together: Fusing Company and Community Into a Future-Focused Alliance."
Program ini mengusung konsep creating shared value dengan petani lokal. Melalui Foster Farmer Program, perusahaan memberikan pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, hingga bibit unggul.
Didukung Sido Muncul Spices Research Center, program ini meningkatkan kualitas hasil panen. Pada 2024, kapasitas pasokan bahan baku naik hingga 492 ton dari 15 jenis komoditas herbal. Selain itu, petani juga mengalami peningkatan kapasitas pengetahuan dan praktik pertanian ramah lingkungan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- esg bisnis
- sustainability forum
- lestari awards
- bisnis hijau
- ekonomi hijau
- inovasi energi





