Presiden Prabowo Subianto mengungkap pihaknya akan mengembangkan program pengelolaan sampah di berbagai daerah. Ia menargetkan pengelolaan sampah nasional bisa dikendalikan dalam 2-3 tahun ke depan.
"Ya semua (daerah) kita kembangkan. Sampah pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional dalam 2-3 tahun harus kita kendalikan sampah seluruh Indonesia," kata Prabowo usai meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Prabowo terkesan oleh proses pengelolaan sampah TPST BLE. Menurutnya, proses dilakukan dengan alat yang tak terlalu canggih tapi efektif mengelola sampah.
"Saya sangat terkesan dan terima kasih, pak bupati dan kepala dinas ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif," ucap Prabowo.
"Sebagian besar produk lokal dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten, jadi ini saya kira sangat efektif," lanjutnya.
Prabowo mengatakan TPST Banyumas ini diikuti daerah lain. Bahkan, kata dia, turut dipelajari negara lain.
"Ini contoh banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini. Jadi saya dapat laporan dari gubernur di Jateng sudah banyak kabupaten yang sudah ikut, ada 13 (kabupaten) ya," ujarnya.
Untuk diketahui, TPST BLE ini beroperasi mampu mengolah sekitar 574,52 ton sampah per hari atau 77,76% dari total sampah rumah tangga dan sejenisnya di Kabupaten Banyumas yang mencapai 738,84 ton per hari. Dengan demikian, sampah yang belum terkelola tersisa 164,32 ton per hari atau 22,24%.
(eva/fas)





