PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih kuartalan pertama dalam sejarah perusahaan pada kuartal I-2026. Emiten teknologi itu mencatat laba bersih Rp171 miliar pada periode Januari-Maret 2026, berbalik dari rugi Rp367 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Pada saat bersamaan, GoTo mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp907 miliar dan menyatakan kinerja tersebut masih berada di jalur untuk mencapai target setahun penuh sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan capaian laba bersih menjadi tonggak penting bagi perseroan setelah menjalankan strategi efisiensi dan pertumbuhan pendapatan selama beberapa tahun terakhir.
“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Hans dalam siaran pers, Selasa (28/4/2024).
Dari sisi operasional, jumlah Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (annual transacting users/ATU) meningkat 22% menjadi 69 juta. Pendapatan bersih tumbuh 26% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun.
Baca Juga: Transaksi Sahur Tokopedia & TikTok Shop Naik 15 Kali di Ramadan 2026
Baca Juga: Beasiswa Gojek Tambah Kuota Mulai April 2026, Mitra Driver dan Anak Bisa Lanjut Kuliah Sarjana
GoTo juga melaporkan pertumbuhan gross transaction value (GTV) inti Grup sebesar 65% menjadi Rp138 triliun, sementara total GTV naik 63% menjadi Rp236 triliun. Arus kas bebas yang disesuaikan tercatat positif Rp1,3 triliun.
Fintech dan ODS Jadi PenopangUnit bisnis Financial Technology menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan. EBITDA yang disesuaikan segmen ini mencapai Rp364 miliar, melonjak 674% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih fintech naik 58% menjadi Rp1,9 triliun, didorong pertumbuhan nilai buku pinjaman dan transaksi pembayaran.
Jumlah Pengguna Bertransaksi Bulanan (monthly transacting users/MTU) fintech meningkat 33% menjadi 27,5 juta. Volume transaksi melampaui dua miliar transaksi pada kuartal I-2026 atau naik 84%.
GTV inti fintech tumbuh 72% menjadi Rp131 triliun, sementara nilai buku pinjaman mencapai Rp9,9 triliun atau naik 59%.
Sementara itu, unit bisnis On-demand Services (ODS) mencatat EBITDA yang disesuaikan Rp439 miliar, meningkat 40% dibandingkan tahun lalu. Perseroan menyebut capaian itu menjadi perbaikan selama tujuh kuartal berturut-turut.
GTV segmen ODS tercatat lebih dari Rp16 triliun pada kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit, GoTo memiliki saldo kas yang terdiri dari kas dan setara kas serta deposito jangka pendek sebesar Rp23 triliun.
Total aset perseroan tercatat Rp46,8 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp28,8 triliun.





