Butuh Anggaran Rp300 miliar, Tri Adhianto Sebut Pembang Flyover di Perlintasan Sebidang Bisa Dipercepat

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID -- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto akan segera mengambil tindakan terkait rencana mempercepat pembangunan flyover di atas perlintasan kereta sebidang di seluruh wilayah Bekasi Kota.

Langkah tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebagai strategi pencegahan terjadinya insiden serupa terulang kembali.

Menurutnya, rencana tersebut memang sebelumnya telah lama dicanangkan. Namun, baru akan dikerjakan secara konkret dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:KAI Batalkan 6 Perjalanan dari Gambir Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, 457 Penumpang Terdampak

"Konsep untuk membangun flyover ini sudah lama, karena kalau dilihat dari rasio jumlah kendaraan yang melintas, seharusnya memang sudah tidak ada lagi perlintasan sebidang," jelas Tri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.

Selain itu, rencana pembangunan flyover ini berdasarkan mobilitas tinggi warga ketika melintasi di perlintasan kereta, khususnya perlintasan yang berdekatan dengan Stasiun, seperti di Stasiun Bekasi Timur.

Demi mendukung kelancaran pembangunan, Pemkot Bekasi telah mengalokasikan anggaran sejak 2025 sebesar Rp50 miliar kemudian dilanjutkan pada 2026 senilai Rp56 miliar.

"Jadi sekarang kurang lebih sudah Rp106 miliar untuk pembebasan lahannya," ucap dia.

BACA JUGA:Nama-Nama 10 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Lengkap dengan Usia dan Alamat

Meski begitu, pria nomor satu di Kota Bekasi itu menyebutkan anggaran untuk pembangunan flyover diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

Sehingga, menurutnya, masih ada kekurangan anggaran yang cukup signifikan. Ia mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proyek ini.

Seperti diberitakan Disway, telah terjadi kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL relasi Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Dugaan sementara, kecelakaan tersebut dipicu karena insiden temperan antara KRL relasi Cikarang-Jakarta dengan sebuah mobil taksi listrik di perlintasan kereta Ampera.

Taksi listrik hijau itu diduga terjebak di tengah-tengah rel kereta hingga terjadi tabrakan. Karena peristiwa ini KRL dari arah Jakarta berhenti di stasiun untuk menunggu proses evakuasi taksi listrik itu.

Namun sekitar pukul 20.30 WIB, dari arah Jakarta muncul kereta KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian menabrak gerbong belakang KRL yang notabene gerbong khusus wanita.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Kondom Akan Melonjak Akibat Perang AS-Israel dengan Iran
• 8 jam laludetik.com
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak 29 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Transjakarta Operasikan Shuttle Bekasi Timur–Bekasi Imbas Kecelakaan Kereta Api
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Foto: Tiramisu Raksasa di Inggris Pecahkan Rekor Dunia
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Kecelakaan Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.