Pakar Ajak Publik Tunggu Investigasi KNKT soal Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pakar transportasi publik dari Universitas Katolik Parahyangan, Tri Basuki Joewono, mengajak masyarakat menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi terkait kecelakaan kereta api Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4).
 
Menurut dia, hasil investigasi resmi menjadi dasar penting untuk memahami penyebab utama kecelakaan kereta Bekasi Timur sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang tepat agar insiden serupa tidak terulang.
  Baca juga:  Pentingnya Mitigasi Kendaraan Mogok di Perlintasan Kereta, Khususnya Mobil Listrik
“Mari kita tunggu hasil investigasi KNKT. Semoga hasil investigasi dapat diselesaikan dan dipublikasikan dalam waktu dekat,” ujar Tri Basuki dikutip dari Antara.
 
Guru Besar Teknik Sipil yang juga Rektor Unpar itu menilai semua pihak perlu menahan diri dari spekulasi sebelum investigasi selesai. Menurut dia, evaluasi atas kecelakaan kereta Bekasi Timur harus dilakukan secara menyeluruh agar solusi yang lahir tidak hanya menyentuh masalah di permukaan.

“Saya menyarankan untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Setelah itu, baru dievaluasi bersama untuk mendalami lebih jauh, dan barulah mencari alternatif-alternatif solusi,” katanya.
 
Ia menambahkan, pembahasan pascainsiden harus diarahkan untuk mengurai akar persoalan, termasuk aspek keselamatan perlintasan, sistem operasional, dan koordinasi antarpemangku kepentingan.
 
“Peran semua pihak untuk mendalami, lalu menyusun usulan yang komprehensif menjadi sesuatu yang penting,” ujarnya. Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Kecelakaan kereta Bekasi Timur diduga bermula ketika kereta rel listrik (KRL) berkode 5181 menabrak satu unit taksi di perlintasan dekat Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat.
 
Insiden itu menyebabkan KRL berkode 5568 yang menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam situasi tersebut, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak KRL hingga menembus sejumlah gerbong.
 
Akibat kecelakaan kereta Bekasi Timur, Polda Metro Jaya mencatat hingga Selasa (28/4) sore terdapat 15 korban meninggal dunia.
 
Merespons kecelakaan kereta Bekasi Timur, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.
 
Selain itu, pemerintah juga menyetujui pembangunan jalan layang di Bekasi sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
 
Menurut pengamat, pembenahan infrastruktur dan sistem keselamatan menjadi momentum penting pasca kecelakaan kereta Bekasi Timur, terutama mengingat tingginya risiko di perlintasan sebidang yang masih tersebar di berbagai wilayah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Bongkar Alasan Pilih Pemain Liga Indonesia untuk ASEAN Championship 2026: Buktikan Kualitas Pemain Lokal!
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Mensos Puji Menteri Imipas soal Strategi Benahi Lapas: Dirasakan Hasilnya
• 8 jam laludetik.com
thumb
KNKT Turun Tangan, Ungkap Fakta Penyebab Kecelakaan Maut Tabrakan KRL dan Kereta Api Jarak Jauh di Bekasi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Ancam Perang Dagang Trump, Pebisnis Inggris Siapkan Senjata Baru
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Membuka Akses UMKM Naik Level
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.