Pemerintah Siapkan Skema Intervensi Beban Finansial Kereta Cepat Whoosh

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah tengah mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek kereta cepat Whoosh.

Pemerintah Siapkan Skema Intervensi Beban Finansial Kereta Cepat Whoosh. (Foto Istimewa)

IDXChannel – Pemerintah tengah mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek kereta cepat Whoosh. Skema restrukturisasi ini dijadwalkan akan diumumkan secara resmi dalam beberapa pekan mendatang guna memastikan keberlanjutan operasional dan finansial moda transportasi modern tersebut.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria memberikan sinyal kuat bahwa negara akan turun tangan. Sebab, beban finansial proyek ini dianggap terlalu berat jika hanya ditanggung oleh pihak operator secara mandiri.

Baca Juga:
Operator Kereta Cepat Whoosh Jadi Diambil Alih Kemenkeu? Ini Kata Purbaya

“Kalau dibebankan kepada kereta api saja tentu kereta api tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” ujar Dony ke awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Dony menjelaskan, kendala utama Whoosh saat ini bukan terletak pada sisi operasional, melainkan pada struktur pendanaan awal yang dibebani utang besar akibat porsi ekuitas yang minim.

Baca Juga:
Purbaya Ungkap Proyek Whoosh dan LRT Minim Pengawasan, Berujung Bebani Keuangan Negara

Meskipun dia belum merinci bentuk bantuan yang akan diberikan, apakah berupa tambahan modal atau mekanisme lainnya, fokus utama pemerintah adalah memastikan kelangsungan usaha Whoosh.

Baca Juga:
Purbaya Klaim Masalah Whoosh Tuntas, Fokus Jaga Kepercayaan Global

“Jangan terjebak kepada how-nya. Penyelesaian itu bagaimana kemudian Whoosh ini sustain ke depan,” kata Dony.

“Yang kita selesaikan adalah bagaimana beban finansialnya. Operasional itu sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Struktur intervensi ini nantinya akan melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan dan akan diumumkan secara mendetail setelah proses finalisasi bersama Menteri Keuangan usai.

Sinyal percepatan restrukturisasi ini diperkuat oleh pernyataan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani.

Menurutnya, keputusan administratif terkait skema penyelamatan ini sudah disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Sudah diputuskan oleh Pak Menko Infra,” kata Rosan singkat.

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian waktu implementasi kebijakan tersebut, Rosan memberikan indikasi kuat bahwa prosesnya akan dimulai pada bulan depan.

“Iya, nanti akan dimulai,” ujar Rosan menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pelaksanaan restrukturisasi pada Mei 2026.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Microsoft Kehilangan Akses Eksklusif ke Teknologi AI OpenAI
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Evakuasi Gerbong Kereta Pasca Tabrakan, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara | SAPA MALAM
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Perjalanan Kangen Band Diangkat Jadi Film, Andika Mahesa Spill Sosok Yolanda
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Daftar Jenis Plastik yang Bebas Bea Impor 6 Bulan ke Depan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AHY Sebut 15 Korban Meninggal Dunia dan 88 Orang Terluka dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.