Dubes untuk ASEAN berdialog dengan siswa di Semarang

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Semarang (ANTARA) - Duta besar sejumlah negara untuk ASEAN berdialog dengan para pelajar di Kota Semarang, Jawa Tengah dalam program "ASEAN Goes to School" di SMA Negeri 3 Semarang, Selasa.

"ASEAN Goes to School" di SMAN 3 Semarang diikuti 120 pelajar SMAN 3, SMAN 5, SMAN 1 Semarang, SMKN Jateng, dan SMA PIKA Semarang.

Deputi Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN untuk Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Yuliana Bahar menjelaskan kegiatan tersebut untuk membumikan ASEAN, terutama di kalangan pelajar sebagai generasi penerus.

"Karena banyak kan orang-orang yang mikirnya, ASEAN itu apa sih? Cuman bapak ibu diplomat ketemu di ruang 'meeting' atau Bapak Presiden menghadiri 'meeting-meeting', para menteri luar negeri 'meeting-meeting'," katanya.

Ia menjelaskan tiga pilar utama ASEAN, yang menjadi pondasi komunitas ASEAN (ASEAN Community), yakni Pilar Politik-Keamanan (APSC), Pilar Ekonomi (AEC/MEA), dan Pilar Sosial-Budaya (ASCC).

Menurut dia, ASEAN perlu dipahami dari kehidupan masyarakat di satu kawasan regional dalam berbagai aspek, mulai pendidikan, kesehatan, teknologi, pangan, hingga pemberdayaan disabilitas.

Program tersebut memberikan kesempatan pelajar berinteraksi secara langsung dengan perwakilan negara anggota ASEAN dan mitra, serta memahami peluang kerja sama pendidikan, termasuk kesempatan beasiswa di negara-negara ASEAN dan mitra.

Baca juga: Indonesia serukan ASEAN kembali pada misi kawasan damai

Ia mengatakan kalangan pelajar menjadi sasaran program tersebut karena generasi muda erat dengan isu-isu terkait digitalisasi, otomatisasi, hingga kecerdasan buatan sehingga masa depan ASEAN berada di tangan mereka.

"Kegiatan ini diharapkan dapat mempertebal rasa kepemilikan generasi muda terhadap ASEAN, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap manfaat kerja sama kawasan," katanya.

Duta Besar Kerajaan Thailand untuk ASEAN Prinat Apirat menekankan keberlanjutan dalam kerja sama yang selama ini terjalin erat di antara negara-negara di kawasan regional tersebut.

Ia mencontohkan tentang pertukaran pelajar dan pengajar di bidang pendidikan, pertukaran budaya, dan pengembangan pariwisata di antara negara-negara ASEAN.

Dalam isu-isu lain, terkait dengan sosial, energi, hingga ketahanan pangan, kata dia, kerja sama antarnegara ASEAN juga sudah terjalin dengan sangat baik.

Diharapkan, kegiatan tersebut keberlanjutan, terutama di generasi muda, untuk masa depan ASEAN.

Duta Besar Australia untuk ASEAN Tiffany McDonald mengatakan Australia telah menjadi mitra dialog tertua ASEAN dan telah bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.

Selama ini, kata dia, banyak warga negara anggota ASEAN datang untuk belajar di Australia, demikian juga sebaliknya Australia mengirimkan pelajar untuk menempuh studi di negara kawasan Asia Tenggara.

Turut hadır pula, wakil Perutusan Tetap Filipina untuk ASEAN, Perutusan Tetap RI untuk ASEAN, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.



Baca juga: Aliansi penerjemah China-ASEAN berdiri guna perkuat kerja sama kawasan

Baca juga: Menlu RI dorong ASEAN perkuat politik demi kawasan damai


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pimpinan Komisi V Soroti Tabrakan KA vs KRL: Masalah Sinyal atau Human Error?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rina Nose Ungkap Alasan Childfree Akui Sudah Kenali Diri Sendiri dan Khawatir Faktor Genetik
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Tim SAR Dikerahkan ke Lokasi Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jaga Keseimbangan Lingkungan, PalmCo Tanam 50.000 Pohon di 7 Region
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.