Oleh: Fernan Rahadi, jurnalis Republika.co.id, langsung dari Makkah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Antusiasme jamaah haji untuk beribadah di Masjidil Haram, Makkah, maupun di Masjid Nabawi, Madinah, sering kali membuat mereka mengabaikan kondisi fisik.
Mengingat cuaca panas baik di Makkah maupun Madinah, petugas mengingatkan jemaah agar bijak mengatur ritme ibadah dan tidak memforsir tenaga hingga kurang tidur demi menghindari risiko gangguan kesehatan serius.
Baca Juga
Penasihat Jerman: Iran Lebih Kuat dari Dugaan Semua Orang, Sedangkan AS Menuju Jurang Kehinaan
Iran Netralkan Bom ‘Busuk AS’ dari Besar Hingga Kecil, Diteliti dan Dimodifikasi Ulang
Adegan Penyergapan Drone Hizbullah Mengguncang Israel, Publik Terus Meragukan Kemampuan Militer
Kepala Seksi PKP2JH dan Jemaah Lansia-Disabilitas PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ridwan Susuwanto menyoroti fenomena 'euforia ibadah' yang memicu banyak jamaah mengabaikan waktu istirahat.
Menurutnya, perasaan bahwa haji adalah kesempatan sekali seumur hidup membuat jemaah cenderung ingin menghabiskan setiap detik di dalam masjid.
.rec-desc {padding: 7px !important;} “Banyak jamaah fokusnya langsung ibadah begitu sampai di Madinah atau Makkah. Mereka merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya ibadah terus, digeber. Bahkan ada yang sampai semalaman hingga tahajud," ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026). Ridwan menambahkan bahwa semangat yang ini sering kali berbenturan dengan jadwal wajib dari kelompok terbang (kloter). Jika fisik sudah terkuras, jamaah dikhawatirkan tumbang saat harus mengikuti kegiatan lainnya. Selain kurang tidur, petugas menemukan masalah lain seperti jamaah sengaja mengurangi minum.
Banyak jamaah khawatir jika sering minum, mereka akan sering buang air kecil dan repot harus keluar-masuk masjid untuk wudhu kembali.