Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan silaturahmi sekaligus peresmian Gedung UMJ Kampus Tulang Bawang, Lampung, pada Selasa (28/04/2026). Agenda ini merupakan tindak lanjut implementasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Tulang Bawang dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Rektor UMJ, Ma’mun Murod menjelaskan, berdirinya gedung tersebut menjadi komitmen UMJ dalam menghadirkan pendidikan di daerah. UMJ saat ini memiliki 65 program studi, termasuk okupasi terapi yang baru mendapatkan SK, ada 8 prodi yang sedang berproses, serta rencana pembukaan beberapa program doktor dan PSDKU tambahan.
Baca juga: Mendikdasmen: Milad ke-70, UMJ Harus Jadi Penggerak Peradaban
Baca Juga:Niat Silaturahmi ke Rumah Anak, Lansia di Jember Tewas Tertabrak Kereta Api"Hari ini kami bisa melangkahkan kaki di Lampung untuk peresmian gedung sekaligus silaturahmi UMJ di Tulang Bawang. UMJ terus berkomitmen untuk terus memajukan pendidikan serta akan mengangkat dosen dari putra-putri daerah Tulang Bawang dan Lampung," Ma’mun Murod dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah II, Iskhaq Iskandar menambahkan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pendidikan tinggi, pendidikan harus membangun fondasi yang kuat dengan tujuan utama memerdekakan peserta didik. Kehadiran UMJ diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di wilayah tersebut."Kehadiran UMJ bukan untuk mengecilkan perguruan tinggi yang sudah ada di Lampung namun justru akan berkolaborasi, bersinergi, membangun dan memajukan pendidikan tinggi khususnya di Provinsi Lampung," katanya.
Baca juga: Roy Suryo Cs Kembali Surati Komisi III, Refly Harun: Sudah 3 Bulan Lebih Tidak Ada Tanggapan
Kegiatan dilanjutkan dengan Kajian oleh Mendikdasmen sekaligus Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti yang menegeaskan pentingnya perguruan tinggi Unggul di daerah untuk menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas.
Pendirian kampus terakreditasi unggul di daerah baru itu lebih efisien secara anggaran dan mutunya lebih bisa dipertanggungjawabkan daripada mendirikan perguruan tinggi baru dari awal yang sifatnya coba-coba.
Baca Juga:KPK Raup Rp10,9 Miliar Hasil Lelang Aset Koruptor pada Maret 2026"Karena itu kita berupaya menghadirkan pendidikan yang aksesibel, affordable, dan fleksibel. Aksesibel berarti dekat dengan masyarakat. Affordable berarti terjangkau, bukan gratis, tetapi yang tidak mampu harus dibantu," ujar Abdul Mu'ti.
#daerah




