Di era digital seperti sekarang, hampir semua hal—mulai dari hiburan, berita, perjalanan, hingga gaya hidup—bisa diakses dengan sangat mudah dan cepat. Cukup dengan satu klik atau pencarian singkat, kita sudah bisa membaca berbagai informasi di blog atau halaman tertentu. Namun, perkembangan teknologi yang begitu pesat juga membawa konsekuensi, terutama terhadap kemampuan kita dalam menjaga fokus dan perhatian. Banyak orang merasakan seolah waktu berjalan semakin cepat tanpa disadari.
Ketika kita berpindah dari satu tahun ke tahun berikutnya, sering muncul pertanyaan: bagaimana bisa sekarang sudah tahun 2026, bukan lagi 2025? Apa saja yang sebenarnya telah kita lakukan selama setahun terakhir? Perasaan ini berkaitan dengan meningkatnya kecepatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tanpa sadar, banyak dari kita hidup serba terburu-buru—makan cepat, berbicara cepat, bahkan berjalan pun terasa tergesa-gesa.
Tidak hanya dalam aktivitas fisik, cara kita menyaring dan mengonsumsi informasi juga turut memengaruhi fokus. Dalam bukunya Stolen Focus, Johann Hari menggambarkan kondisi ini dengan analogi seolah manusia modern sedang “minum dari selang pemadam kebakaran”, di mana begitu banyak informasi datang sekaligus hingga membuat kita kewalahan.
Ia juga mengacu pada analisis data penelitian Martin Hilbert dari University of Southern California dan Priscilla López dari Open University of Catalonia, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah informasi yang diterima manusia.
Pada tahun 1986, rata-rata individu mengonsumsi informasi setara dengan sekitar 40 surat kabar per hari melalui berbagai media seperti televisi, radio, dan bacaan. Angka ini melonjak pada tahun 2007 menjadi setara dengan 174 surat kabar setiap harinya. Lonjakan inilah yang membuat kita merasa seakan dunia bergerak semakin cepat.
Dari pemikiran tersebut, dapat dipahami bahwa menurunnya fokus dan perhatian memberi dampak besar dalam kehidupan modern yang serba cepat ini. Karena itu, penting bagi kita untuk kembali menemukan ritme hidup yang lebih seimbang—membangun kebiasaan yang membantu menjaga perhatian dan fokus agar tetap terarah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.





