UEA Mendadak Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei, Apa Penyebabnya?

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan aliansinya, OPEC+. Langkah itu diambil dengan alasan memprioritaskan kepentingan nasional di tengah gejolak energi global yang dipicu konflik geopolitik

Dalam pernyataan resmi pemerintah UEA, keputusan ini akan berlaku efektif mulai Jumat, 1 Mei mendatang.

“Selama menjadi bagian dari organisasi, kami telah memberikan kontribusi signifikan dan pengorbanan besar bagi kepentingan bersama. Namun, kini saatnya fokus pada kepentingan nasional,” demikian pernyataan resmi pemerintah UEA, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (28/4/2026).

Menteri Energi UEA, Suhail Mohamed al-Mazrouei menyatakan, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap strategi energi nasional, baik saat ini maupun ke depan. Dia menegaskan kebijakan ini tidak melalui konsultasi dengan negara lain, termasuk Arab Saudi sebagai pemain utama di OPEC.

“Ini adalah keputusan kebijakan yang diambil setelah meninjau secara hati-hati kebijakan produksi saat ini dan masa depan,” ujarnya.

Keputusan keluarnya UEA yang telah lama menjadi anggota OPEC, dinilai berpotensi mengguncang soliditas penguasa minyak dunia. Selama ini, OPEC dikenal berupaya menjaga kesatuan sikap meskipun kerap menghadapi perbedaan pandangan terkait geopolitik hingga kuota produksi. 

Baca Juga

  • OPEC+ Sepakat Kerek Kuota Produksi Minyak Mentah 206.000 Bpd
  • Serangan Udara Israel ke Iran, OPEC+ Bakal Bahas Opsi Peningkatan Pasokan Minyak
  • Harga Minyak Global Naik Tinggi Dipicu Sikap OPEC+

Kendati demikian, tekanan terhadap OPEC meningkat seiring gangguan distribusi energi di kawasan Teluk. Jalur vital Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global, menghadapi ancaman keamanan di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya kerap mengkritik OPEC, menuding kartel tersebut menaikkan harga minyak secara tidak wajar dan membebani ekonomi global. Dia juga mengaitkan dukungan militer AS di kawasan Teluk dengan kebijakan harga minyak negara-negara anggota OPEC.

UAE diketahui telah menjadi bagian dari OPEC sejak 1967 melalui emirat Abu Dhabi, sebelum resmi bergabung sebagai negara pada 1971. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh OPEC cenderung melemah seiring meningkatnya produksi minyak AS.

Selain itu, dinamika hubungan antara UAE dan Arab Saudi juga mengalami pergeseran, baik dalam isu ekonomi maupun geopolitik kawasan, termasuk di wilayah Laut Merah.

Perusahaan riset energi Rystad Energy menilai, keluarnya UAE sebagai perubahan signifikan bagi OPEC. Dengan kapasitas produksi sekitar 4,8 juta barel per hari dan ambisi peningkatan output, absennya UEA dinilai mengurangi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasar.

“Dengan permintaan yang mendekati puncaknya, produsen berbiaya rendah mulai menghitung ulang strategi mereka. Sistem kuota bisa membuat potensi pendapatan tidak optimal,” ujar Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy Jorge Leon.

Dia menambahkan, keluarnya UAE membuat beban stabilisasi harga semakin bertumpu pada Arab Saudi, sekaligus mengurangi salah satu penyangga volatilitas pasar yang tersisa.

Langkah ini diperkirakan akan memperbesar ketidakpastian di pasar energi global, terutama di tengah tekanan geopolitik dan transisi menuju energi yang lebih beragam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Sienna Spiro Beri Semangat Kontestan The Icon Indonesia, Tekankan Pentingnya Karakter Vokal
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sulap Sampah Jadi Berkah, Intip Kisah Haru Amaliyah dalam Kurangi Limbah di Kampung Masigit Bersama PNM
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Jasa Raharja salurkan perlindungan bagi korban kecelakaan KA
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.