Teknologi Vs Hoaks! Strategi Digital Tangerang Selatan Jadi Sorotan Serius

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tangerang Selatan, tvOnenews.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mempercepat transformasi sistem komunikasi publik guna menjawab tantangan disrupsi media digital yang makin masif. 

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkot Tangsel membangun ekosistem digital yang tidak hanya cepat, tetapi juga mengedepankan kredibilitas dan transparansi data.

Kepala Dinas Kominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evolusi panjang digitalisasi layanan pemerintah daerah.

Menurutnya, transformasi tersebut dimulai dari era digitalisasi per layanan pada periode 2015–2020, ketika masing-masing dinas mengembangkan aplikasi secara mandiri. 

Selanjutnya, pada 2021–2024, sistem tersebut dikonsolidasikan melalui satu portal terpadu.

“Kini sejak 2025, kita memasuki era satu ekosistem percakapan. Semua layanan terintegrasi melalui Tangsel ONE dan Helita. Warga tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi, cukup satu akses, bahkan bisa melalui WhatsApp selama 24 jam,” ujar Asep di Pamulang, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Tangsel telah memiliki sejumlah platform layanan digital yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. 

Di antaranya ialah Simponie Tangsel yang menyediakan lebih dari 73 layanan perizinan secara daring, sistem LAPOR! untuk pengaduan warga, serta portal pajak daerah yang memungkinkan pembayaran tanpa harus datang ke kantor.

Selain itu, kehadiran agen berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Helita juga menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan informasi publik.

“AI Agent Helita siaga 24 jam untuk memberikan informasi kepada warga. Ini bentuk kehadiran negara yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Dalam rencana ke depan, Asep mengungkapkan roadmap pengembangan ekosistem digital Tangsel hingga 2027. 

Pada kuartal ketiga 2026, pemerintah menargetkan integrasi lebih luas antar organisasi perangkat daerah (OPD) serta penguatan sistem notifikasi proaktif.

“Ke depan, akan ada personalisasi layanan dan dashboard warga mandiri. Sistem yang akan mengingatkan warga, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2027 Pemkot Tangsel menargetkan terwujudnya konsep 'smart city humanis' dengan layanan berbasis data prediktif yang didukung kecerdasan buatan.

“Target kami, Tangsel bisa menjadi benchmark bagi kota lain di Indonesia,” kata Asep.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian serius terhadap maraknya hoaks dan fenomena echo chamber di ruang digital. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Rusak Cagar Budaya, KDM Sebut Hanya Sentuh Laskap Kawasan Gedung Sate: Apa Bedanya dengan Braga?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi: Dukung Investigasi dan Soroti Keselamatan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Terduga Penculik Bocah 4 Tahun Tewas Dihakimi Massa di Rejang Lebong
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Altos Anak Usaha Acer Integrasikan Ekosistem Infrastruktur AI dan Private Cloud
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Habib Jafar Sebut Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL Termasuk Syahid
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.