Moscow Fashion Week pada pertengahan Maret menegaskan bahwa sustainable fashion kini menjadi arus utama di runway global.
Beauty, ajang ini menghadirkan lebih dari 300 brand dari Rusia hingga mancanegara seperti Turki, Tiongkok, Spanyol, dan Armenia, dengan praktik berkelanjutan sebagai benang merah dalam koleksi yang ditampilkan.
Lebih dari 80 peragaan busana digelar, didominasi desainer Rusia yang tengah naik daun dan mengedepankan pendekatan ramah lingkungan dalam proses kreatif mereka.
Sejumlah brand tampil membawa konsep keberlanjutan yang berbeda. Masterpeace, misalnya, mengangkat peran artisan dari kota kecil dan desa di Rusia melalui kolaborasi elemen dekoratif. Koleksi mereka tampil teatrikal namun tetap fungsional, sekaligus mematahkan anggapan bahwa rok bervolume hanya untuk acara formal dan korset hanya untuk momen tertentu.
Pendekatan serupa juga terlihat dari Atelier Argear yang menghadirkan koleksi reflektif tentang kerapuhan dunia modern. Brand ini memanfaatkan sisa kain produksi sebagai bagian dari praktik berkelanjutan. Sementara itu, Esve merayakan ulang tahun ke-10 dengan koleksi yang menonjolkan feminitas melalui material ringan, siluet rok penuh, serta detail handcrafted yang presisi.
Komitmen terhadap sustainable fashion juga ditegaskan oleh Unke melalui filosofi slow fashion. Brand ini merancang koleksi yang dapat digunakan dalam jangka panjang, dengan dominasi warna pastel seperti krem, dusty pink, biru langit, dan pistachio. Permainan drapery, motif samar, serta aksen ikatan dekoratif menjadi fokus utama desain.
Desainer Zlata Peczkowska turut mengeksplorasi pendekatan serupa melalui penggunaan material daur ulang dan teknik recycling. Dalam koleksinya, ia memadukan konsep eco-conscious dengan motif floral serta referensi bordir historis dan konstruksi busana folklor.
Dari panggung internasional, brand asal Tiongkok Xuaujin mencuri perhatian lewat koleksi yang terinspirasi budaya masyarakat Buyi. Koleksi ini memadukan teknik bordir tangan khas Miao dan pewarnaan indigo dengan material modern seperti sutra dan denim, menghasilkan siluet asimetris dan berlapis.
Sorotan lain datang dari desainer Turki, Emre Erdemoğlu, yang menghadirkan koleksi dengan perpaduan tailoring arsitektural dan tekstur ekspresif. Ia menampilkan trench coat berpotongan pinggang rendah hingga jaket minimalis bergaya Japandi dengan aksen metalik.
“Partisipasi dalam Moscow Fashion Week menyoroti perspektif desain, tekstil, dan warisan budaya unik dari Türkiye. Menampilkan elemen-elemen ini di platform internasional yang prestisius tidak hanya memperkuat identitas fashion negara, tetapi juga mendorong apresiasi global terhadap budaya dan kreativitasnya,” ujar Emre Erdemoğlu.





