Penjualan Astra Agro (AALI) Naik, Optimistis Harga CPO 2026 Moncer

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan kelapa sawit dan pengolahan CPO Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) optimistis harga CPO akan cukup supportif sepanjang 2026 dengan kondisi permintaan dan kebutuhan di level yang relatif seimbang.

Direktur AALI Tingning Sukowignjo menyampaikan Astra Agro Lestari pada kuartal I/2026 mencatatkan volume penjualan CPO & derivatif naik 6,3% year on year (YoY) dan penjualan Kernel & derivatif naik 9,8% YoY. Perseroan optimistis harga CPO akan cukup supportif sepanjang tahun dengan kondisi permintaan dan kebutuhan di level yang relatif sama.

"Kendati demikian, faktor kondisi cuaca dan usia tanaman masih menjadi komponen utama yang akan mempengaruhi pertumbuhan produksi," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (29/4/2026).

Astra Agro berupaya untuk menjaga kinerja sampai dengan akhir tahun melalui perencanaan yang matang serta alokasi biaya yang tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas operasional.

Strategi tersebut untuk menjaga daya saing biaya produksi dan mengantisipasi volatilitas harga CPO dan kondisi geopolitik.

Sampai dengan akhir 2025, AALI mengelola perkebunan kelapa sawit dengan total area tertanam seluas 280.325 hektar yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Baca Juga

  • Astra Agro (AALI) Raih Laba Rp373,4 Miliar Kuartal I/2026
  • Harga CPO Memanas, Astra Agro (AALI) & Eagle High (BWPT) Perluas Area Replanting
  • Astra Agro (AALI) Siapkan Capex Rp1,4 Triliun, Bidik Replanting 8.000 Ha pada 2026

AALI memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) sebanyak 32 unit dengan total kapasitas 1.655 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam. Perseroan juga memiliki dua unit pabrik penyulingan crude palm oil (CPO) dengan kapasitas sebesar 3.000 ton CPO per hari.

Dari sisi kinerja keuangan, AALI membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih per Maret 2026. 

AALI dalam laporan keuangannya menyebutkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp373,40 miliar pada kuartal I/2026. Laba bersih tersebut naik 34,79% year on year (YoY) dari sebelumnya Rp277,03 miliar pada kuartal I/2025.

Pertumbuhan laba didukung oleh raihan pendapatan sebesar Rp7,50 triliun. Pendapatan ini naik 6,80% secara tahunan, dari sebelumnya Rp7,02 triliun. 

Pendapatan Astra Agro Lestari berasal dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp6,73 triliun, inti sawit dan turunannya sebesar Rp763,92 miliar, dan pendapatan lainnya senilai Rp2,77 miliar. 

Sementara itu, berdasarkan segmen operasinya, AALI memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp2,86 triliun dari segmen operasi di Sumatra, lalu Rp3,63 triliun dari Kalimantan, dan sebesar Rp3,86 triliun dari Sulawesi. 

Kemudian, beban pokok pendapatan AALI naik menjadi Rp6,33 triliun dari sebelumnya sebesar Rp6,08 triliun. Laba bruto AALI juga meningkat menuju Rp1,16 triliun, dari sebelumnya Rp937,28 miliar per Maret 2025.

Dengan pertumbuhan laba bersih AALI, laba per saham pun naik menjadi Rp194,01 per saham, dari sebelumnya sebesar Rp143,94 per saham.

Sampai akhir Maret 2026, AALI membukukan total aset sebesar Rp27,89 triliun, naik dari Rp27,04 triliun pada akhir tahun 2025. Ekuitas bertambah menjadi Rp24,53 triliun dari sebelumnya Rp23,55 triliun, dan liabilitas juga tumbuh ke level Rp3,35 triliun dari sebelumnya Rp2,88 triliun.

Astra Agro Lestari Tbk. - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Semifinal Liga Champions: PSG 5-4 Bayern Munchen, Begini Komentar Luis Enrique dan Vincent Kompany
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Rex Orange County Siap Guncang Panggung LaLaLa Fest 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Selebriti Perempuan Dunia yang Lulus Tes Legendaris Mensa
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gedung Baru Polres Metro Depok Mulai Dibangun, Kapolda: Pelayanan Harus Lebih Maksimal
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Tim SAR Polairud Polda Metro Evakuasi Pemotor yang Tenggelam di BKT
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.