BGN Ungkap Anggaran MBG Sudah Terserap Rp249 Triliun, 93 Persen dari Pagu

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Program MBG diklaim telah berdampak pada penurunan tingkat ketimpangan. Jurang antar kelas ekonomi berbeda bisa dipersempit dengan MBG.

BGN Ungkap Anggaran MBG Sudah Terserap Rp249 Triliun, 93 Persen dari Pagu. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan sebesar Rp268 triliun sudah terealisasi 93 persen. Gelontoran dana ratusan triliunan menyasar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan pagu Rp1 miliar setiap bulannya.

"Dana itu kami alirkan langsung ke daerah melalui virtual account di setiap SPPG. Sekitar Rp248–Rp249 triliun mengalir ke bawah dan dibelanjakan di daerah," ujar Dadan dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:
BGN Suspend 362 SPPG di Pulau Jawa, Ini Alasannya

Dadan mengklaim sasaran program MBG tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mulai menunjukkan dampak signifikan sebagai penggerak ekonomi daerah. 

Setiap unit SPPG yang mengelola anggaran Rp1 miliar per bulan disebut mengalokasikan sekitar 70 persen untuk pembelian bahan baku, yang 95 persen di antaranya merupakan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Baca Juga:
19.000 Sapi untuk Kebutuhan Harian MBG, Kepala BGN: Hanya Pengandaian

 “Artinya program makan bergizi ini identik dengan kemandirian pangan lokal, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah,” ucap dia.

Dia mencontohkan soal efek rambatan dari program MBG yang berlangsung di Jawa Barat. Dengan jumlah SPPG mencapai sekitar 6.200 unit, perputaran dana dari program ini diperkirakan mencapai Rp6 triliun setiap bulan.

Baca Juga:
BGN Bantah Pengadaan Laptop 32 Ribu Unit dan Alat Makan Tembus Rp4 triliun

"Di Jawa Barat sudah ada 6.200 SPPG. Artinya sekitar Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini,” kata Dadan.

Efek rambatan yang dimaksud Dadan pula menyoal tingkat permintaan terhadap komoditas pertanian yang meningkat, harga produk lebih stabil, sampai terkereknya aktivitas produksi di tingkat petani dan pelaku usaha kecil.

Dadan juga mengklaim program MBG telah berdampak pada penurunan tingkat ketimpangan. Jurang antar kelas ekonomi berbeda bisa dipersempit dengan MBG.

“Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat,” kata Dadan.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunakan masker, udara Jakarta tercatat tak sehat Rabu pagi ini
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Sebarkan Ujaran Kebencian, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
NewJeans diperkirakan tampil dengan 3 anggota pada comeback mendatang
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Membedah Trio Amunisi Persib Bandung yang Dipanggil John Herdman Perkuat Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
• 11 jam lalubola.com
thumb
Kecelakaan Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi: Polisi Update Data Korban Luka dan Meninggal
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.