Bisnis.com, JAKARTA — Sidang perdana atas kasus penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS, Andrie Yunus akan dilaksanakan pada hari ini, Rabu (29/4/2026).
Sidang akan dilakukan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta dengan Nomor Perkara 70-K/PM.II-08/AL/IV/2026 di ruang sidang Garuda pukul 09.05 WIB.
Adapun oditur dalam sidang ini adalah Mohammad Iswadi dengan agenda pembacaan dakwaan. Namun rincian dakwaan belum disampaikan.
"Dakwaan belum dapat ditampilkan," tulis keterangan di SIPP Pengadilan Militer II-08 Jakarta, dilihat Rabu (29/4/2026).
Sidang ditujukan untuk empat terdakwa, yakni Edi Sudarko, Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Nandala Dwi Prasetya, Sami Lakka.
Pada laman tersebut tertulis pasal dakwaan, yaitu Primer : Pasal 469 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Baca Juga
- KontraS Tolak Hadiri Sidang Militer Kasus Penyiraman Andrie Yunus
- Oditur Militer: Motif Sementara Penyiraman Andrie Yunus karena Dendam Pribadi
Subsider : Pasal 468 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Lebih Subsider : Pasal 467 Ayat (1) jo Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. (Tahanan).
Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie YunusBerdasarkan catatan Bisnis, kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus sebelumnya menyita perhatian publik.
Serangan tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam setelah Andrie selesai mengikuti kegiatan siniar di kantor YLBHI, Jakarta Pusat.
Dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekatinya dan menyiramkan cairan kimia hingga menyebabkan luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh, termasuk area wajah dan mata.
Akibat serangan tersebut, Andrie harus menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dalam pesan suara yang dibagikan melalui akun resmi KontraS, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan publik dan menegaskan tetap kuat menghadapi teror yang menimpanya.





