Jakarta (ANTARA) - Klub Persija Jakarta menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilangsungkan menjelang laga kontra Persis Solo pada pekan ke-30 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam WIB.
“Kami ingin keberadaan Persija tidak hanya dirasakan di dalam stadion, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu langkah konkret kami dalam mendukung aksi kemanusiaan,” ujar Direktur Persija Mohamad Prapanca dalam keterangan resmi, Rabu.
“Semangat ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ kami harapkan bisa mengajak lebih banyak pihak untuk peduli dan berkontribusi,” imbuhnya.
Program ini sejatinya bukan yang pertama. Pada laga kandang sebelumnya, yakni saat menjamu Persebaya pada 11 April, kegiatan serupa telah lebih dulu dijalankan.
Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara Ramdansyah kembali menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dalam kegiatan ini. Ia menyebut donor darah memiliki dampak besar bagi sesama.
“Kolaborasi kegiatan donor darah yang digagas oleh Persija, I.League, dan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak sekadar menghadirkan aksi sosial, melainkan juga menghidupkan kembali falsafah lama bangsa, yakni gotong royong kemanusiaan,” ujar Ramdansyah.
Di tengah kuatnya rivalitas sepak bola, kegiatan ini justru menempatkan suporter sebagai subjek kemanusiaan, bukan sekadar pendukung klub.
Mereka menjadi agen tanggung jawab sosial yang efektif.
Suporter sebagai pendonor mampu menembus sekat-sekat identitas dan bahkan menjadi simbol perekat bagi para penonton sepak bola di Indonesia.
Baca juga: Malut United kembali ke jalur kemenangan setelah gilas PSBS Biak 7-0
Baca juga: Persis Solo tegaskan tak akan menyerah bertahan di Super League
Baca juga: Souza: Bermain efektif kunci kemenangan besar Persija atas Persis
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilangsungkan menjelang laga kontra Persis Solo pada pekan ke-30 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam WIB.
“Kami ingin keberadaan Persija tidak hanya dirasakan di dalam stadion, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu langkah konkret kami dalam mendukung aksi kemanusiaan,” ujar Direktur Persija Mohamad Prapanca dalam keterangan resmi, Rabu.
“Semangat ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ kami harapkan bisa mengajak lebih banyak pihak untuk peduli dan berkontribusi,” imbuhnya.
Program ini sejatinya bukan yang pertama. Pada laga kandang sebelumnya, yakni saat menjamu Persebaya pada 11 April, kegiatan serupa telah lebih dulu dijalankan.
Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara Ramdansyah kembali menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dalam kegiatan ini. Ia menyebut donor darah memiliki dampak besar bagi sesama.
“Kolaborasi kegiatan donor darah yang digagas oleh Persija, I.League, dan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak sekadar menghadirkan aksi sosial, melainkan juga menghidupkan kembali falsafah lama bangsa, yakni gotong royong kemanusiaan,” ujar Ramdansyah.
Di tengah kuatnya rivalitas sepak bola, kegiatan ini justru menempatkan suporter sebagai subjek kemanusiaan, bukan sekadar pendukung klub.
Mereka menjadi agen tanggung jawab sosial yang efektif.
Suporter sebagai pendonor mampu menembus sekat-sekat identitas dan bahkan menjadi simbol perekat bagi para penonton sepak bola di Indonesia.
Baca juga: Malut United kembali ke jalur kemenangan setelah gilas PSBS Biak 7-0
Baca juga: Persis Solo tegaskan tak akan menyerah bertahan di Super League
Baca juga: Souza: Bermain efektif kunci kemenangan besar Persija atas Persis





