FAJAR, NEW YORK—Pemain Piala Dunia 2026 yang menutupi mulut mereka selama konfrontasi dengan lawan akan menghadapi kartu merah sebagai bagian dari inisiatif baru yang bertujuan untuk memerangi rasisme, kata badan pengatur dunia FIFA.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa setelah pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Vancouver, FIFA mengkonfirmasi bahwa aturan tersebut adalah salah satu dari dua perubahan hukum yang akan diperkenalkan di Piala Dunia tahun ini.
“Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, pemain mana pun yang menutupi mulutnya dalam situasi konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi kartu merah,” kata FIFA dalam sebuah pernyataan.
Perubahan ini bermula dari pertandingan Liga Champions ketika Gianluca Prestianni dari Benfica mengucapkan komentar rasis yang ditujukan kepada Vinicius Junior dari Real Madrid sambil menarik bajunya ke atas mulutnya untuk menyembunyikan apa yang dikatakannya.
Vinicius tampak emosional setelah konfrontasi tersebut, dan Prestianni menerima larangan bermain enam pertandingan dari UEFA atas insiden tersebut. (amr)





