Pantau - Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) Singapura melaporkan penurunan jumlah kasus korupsi pada 2025 dengan total 160 laporan, turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laporan tersebut disampaikan pada Selasa (28/4/2026), menunjukkan bahwa situasi korupsi di negara kota itu tetap terkendali dengan jumlah kasus yang diselidiki juga menurun dari 75 kasus pada 2024 menjadi 68 kasus pada 2025.
Mayoritas Kasus dari Sektor SwastaCPIB mencatat dari 68 kasus yang diselidiki, hanya satu kasus yang melibatkan sektor publik, sementara sebagian besar lainnya berasal dari sektor swasta.
Sebanyak 22 kasus bahkan melibatkan pegawai sektor publik yang menolak suap dari masyarakat, menandakan adanya integritas dalam birokrasi.
Selain itu, total 90 orang telah dituntut di pengadilan sepanjang 2025, dengan rincian 84 orang atau 94 persen berasal dari sektor swasta dan enam orang dari sektor publik.
Persepsi Publik Tetap PositifDalam survei yang dilakukan, sebanyak 98 persen responden menilai kondisi korupsi di Singapura berada dalam kategori baik hingga sangat baik.
CPIB menilai faktor utama rendahnya korupsi didukung oleh komitmen politik yang kuat, budaya nol toleransi, serta undang-undang antikorupsi yang efektif.
"Situasi korupsi di Singapura tetap terkendali dengan baik. CPIB akan terus melakukan penegakan hukum yang efektif terhadap para pelaku korupsi serta memperdalam kemitraan dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat guna menjaga negara kita bebas dari korupsi," ungkap CPIB.
Selama satu dekade terakhir, praktik korupsi di sektor swasta paling banyak ditemukan pada industri konstruksi, manufaktur, serta transportasi dan penyimpanan.




