Jakarta, VIVA – Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin angkat bicara soal usulan Menteri PPPA, Arifah Fauzi agar gerbong khusus wanita dipindahkan ke tengah.
Bobby menjelaskan, KAI menjamin keselamatan seluruh penumpang. Keselamatan, disebut dia menjadi prioritas utama dan tidak ada kompromi sama sekali.
"Seperti yang saya sampaikan tadi, KAI menjamin keselamatan. Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi," kata Bobby.
Terkait pemindahan gerbong wanita, Bobby lanjut menegaskan bahwa KAI tidak membedakan gender laki-laki maupun perempuan dalam menjamin keselamatan penumpang.
"Tidak ada kompromi sama sekali dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan gerbong KRL wanita yang semula berada di ujung agar dipindahkan ke tengah rangkaian.
- Yeni Lestari/VIVA
Hal itu disampaikan Arifah imbas peristiwa tabrakan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi yang laki-laki di ujung, yang... iya, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu," kata Arifah kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Arifah sendiri mengaku telah berkoordinasi dan bertanya langsung ke pihak KAI mengapa gerbong khusus wanita ditaruh di belakang atau depan. Alasannya, kata dia, agar tidak terjadi rebutan.
"Tadi kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan," jelas dia.





