FAJAR, MAKASSAR — Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, menghadiri peresmian Chery Training Center di Makassar, Rabu (29/4).
Fasilitas ini merupakan pusat pelatihan kedua milik PT Chery Sales Indonesia di Indonesia setelah Bekasi. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat kompetensi teknisi sekaligus meningkatkan kualitas layanan purnajual di kawasan Indonesia Timur.
Darmawansyah menegaskan bahwa penguatan pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Program tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan lulusan SMA dan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Ia juga menyambut baik kehadiran Chery Training Center Makassar sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem otomotif yang berkelanjutan dan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Sementara itu, Chief Operating Officer Chery Sales Indonesia, Wang Peng, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan langkah strategis untuk memperluas transfer pengetahuan hingga ke wilayah Indonesia Timur.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri otomotif nasional. Makassar dipilih sebagai lokasi karena perannya sebagai gerbang Indonesia Timur sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Pertumbuhan ekonomi yang stabil serta kontribusi signifikan Sulawesi Selatan terhadap penjualan kendaraan nasional menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Chery menghadirkan pusat pelatihan berbasis industri yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap kompetensi kerja berstandar nasional maupun global.
“Fasilitas Chery Training Center Makassar berfokus pada tiga area utama, yakni kompetensi teknis, layanan, serta pengetahuan produk,” tambahnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga memiliki profesionalisme dalam pelayanan.
Selain itu, fasilitas ini juga menjadi lokasi pelaksanaan program Train of Trainers (ToT) yang bertujuan meningkatkan kualitas instruktur serta efektivitas proses transfer pengetahuan di bidang otomotif.
Kepala BBPVP Makassar, Nasrun Ilmullah, menyebut program ini dirancang untuk menjawab tantangan transformasi sektor otomotif, khususnya dalam menghadapi era elektrifikasi kendaraan.
Ia menekankan pentingnya penyesuaian kompetensi tenaga kerja dengan perkembangan teknologi.
“Kerja sama ini mencakup pengembangan sarana praktik pelatihan, pelaksanaan pelatihan operator dan perawatan kendaraan listrik, serta peningkatan fasilitas workshop agar memenuhi standar industri modern,” jelasnya.
Salah satu implementasi program tersebut adalah pelatihan operator dan quality perawatan kendaraan listrik yang digelar pada 27–31 April 2026 di workshop otomotif BBPVP Makassar.
“Pelatihan ini diikuti 18 peserta dari komunitas otomotif setempat. Mereka dibekali kompetensi terkait sistem penggerak listrik, komponen utama kendaraan, sistem pendukung, serta prosedur perawatan dengan penekanan pada aspek keselamatan kerja,” ujarnya.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Akhmad Namsum, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui kolaborasi dengan industri dan lembaga pelatihan.
Ia menilai pengembangan SDM menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan global.
“Tenaga kerja yang berkualitas akan meningkatkan produktivitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar,” jelasnya. (wis)




