Dubai (ANTARA) - Uni Emirat Arab (UEA) akan tetap bekerja sama erat dengan para mitra serta memperkuat kerja sama multilateral, meski telah memutuskan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Hal itu disampaikan Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA Afra Mahash Al Hameli pada Selasa (28/4).
Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita WAM melaporkan bahwa EUA mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC dan OPEC+, yang akan berlaku efektif mulai 1 Mei.
"Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC merupakan pilihan strategis yang berdaulat dan didasarkan pada visi ekonomi jangka panjangnya," kata Al Hameli di platform X.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan upaya UEA untuk meningkatkan fleksibilitas dalam memanfaatkan kapasitas energi, "memperkuat pembangunan nasional, meningkatkan kepercayaan pasar, serta mendukung stabilitas energi global."
Al Hameli menambahkan UEA akan terus memperdalam kerja sama bilateral dan multilateral serta tetap berkontribusi pada pasar energi global yang stabil dengan tingkat kelincahan dan responsivitas yang lebih tinggi.
Menurut laporan WAM, setelah keluar dari OPEC, UEA akan tetap bertindak secara bertanggung jawab dengan menambah produksi secara bertahap dan terukur, sesuai permintaan serta kondisi pasar.
Menteri Energi UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei menyatakan keputusan tersebut mencerminkan evolusi kebijakan yang selaras dengan fundamental pasar energi jangka panjang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OPEC dan negara-negara anggotanya atas kerja sama selama beberapa dekade serta menegaskan komitmen UEA untuk terus mendukung stabilitas pasar global.
"Kami tetap berkomitmen pada keamanan energi, menyediakan pasokan yang andal, bertanggung jawab, dan rendah karbon, serta mendukung pasar global yang stabil," kata Al Mazrouei.
UEA memperkirakan permintaan energi global akan terus meningkat dalam jangka menengah hingga panjang, dan berkomitmen memenuhi kebutuhan tersebut secara efisien di tengah ketidakstabilan geopolitik.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: UEA akan keluar dari OPEC dan OPEC+ per 1 Mei
Baca juga: OPEC+8 sepakat naikkan produksi 206 ribu barel per hari pada Mei
Hal itu disampaikan Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA Afra Mahash Al Hameli pada Selasa (28/4).
Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita WAM melaporkan bahwa EUA mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC dan OPEC+, yang akan berlaku efektif mulai 1 Mei.
"Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC merupakan pilihan strategis yang berdaulat dan didasarkan pada visi ekonomi jangka panjangnya," kata Al Hameli di platform X.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan upaya UEA untuk meningkatkan fleksibilitas dalam memanfaatkan kapasitas energi, "memperkuat pembangunan nasional, meningkatkan kepercayaan pasar, serta mendukung stabilitas energi global."
Al Hameli menambahkan UEA akan terus memperdalam kerja sama bilateral dan multilateral serta tetap berkontribusi pada pasar energi global yang stabil dengan tingkat kelincahan dan responsivitas yang lebih tinggi.
Menurut laporan WAM, setelah keluar dari OPEC, UEA akan tetap bertindak secara bertanggung jawab dengan menambah produksi secara bertahap dan terukur, sesuai permintaan serta kondisi pasar.
Menteri Energi UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei menyatakan keputusan tersebut mencerminkan evolusi kebijakan yang selaras dengan fundamental pasar energi jangka panjang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OPEC dan negara-negara anggotanya atas kerja sama selama beberapa dekade serta menegaskan komitmen UEA untuk terus mendukung stabilitas pasar global.
"Kami tetap berkomitmen pada keamanan energi, menyediakan pasokan yang andal, bertanggung jawab, dan rendah karbon, serta mendukung pasar global yang stabil," kata Al Mazrouei.
UEA memperkirakan permintaan energi global akan terus meningkat dalam jangka menengah hingga panjang, dan berkomitmen memenuhi kebutuhan tersebut secara efisien di tengah ketidakstabilan geopolitik.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: UEA akan keluar dari OPEC dan OPEC+ per 1 Mei
Baca juga: OPEC+8 sepakat naikkan produksi 206 ribu barel per hari pada Mei




