Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada energi paling lambat pada 2029, dengan peluang direalisasikan lebih cepat melalui percepatan upaya pemerintah.
“Swasembada energi target kita akhir 2029 paling lambat. Kalau bisa lebih dulu ya kita akan bekerja cepat ya,” kata Prabowo kepada awak media usai kunjungannya di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, sehingga kuncinya terletak pada kemampuan pengelolaan dan keberanian dalam memanfaatkannya. Prabowo juga menilai kekayaan sumber daya tersebut membuat Indonesia menjadi incaran banyak pihak.
“Biasa kalau namanya negara yang kaya pasti jadi incaran banyak pihak,” tutur Prabowo.
Untuk mencapai swasembada energi, Prabowo menyebut diperlukan akselerasi melalui berbagai energi alternatif.
“Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi yang rencana kita yakin kita akan tercapai dalam 4 tahun lagi, tapi ini memaksa kita akselerasi, kita harus percepat, kita punya banyak alternatif,” kata Prabowo dalam Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Rabu (29/4).
Terkait alternatif bahan energi yang dimaksud, Prabowo menyebut Indonesia memiliki beberapa komoditas seperti kelapa sawit, tebu sampai geothermal. Dengan begitu, Presiden yakin persoalan energi bisa diatasi.
“Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini banyak negara dalam kondisi lebih menyedihkan daripada kita, kita punya kelapa sawit yang sangat banyak, kita punya nanti singkong yang cukup kita bisa dapat BBM dari jagung dari tebu, kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia,” ujarnya.





