Prabowo: Jangan Kepandaianmu Dipakai untuk Korupsi dan Memperkaya Bangsa Lain

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak orang-orang pintar di Indonesia untuk terus membela dan ikut membangun bangsa dan negara.

Kepala Negara tidak ingin kepandaian para teknokrat, ilmuan, insinyur dipakai untuk menipu rakyat, menutupi korupsi, serta memperkaya bangsa lain.

"Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor, jadi profesor Merah Putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," kata Prabowo dalam acara peresmian groundbreaking 13 proyek hilirisasi yang digelar di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Prabowo Resmikan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi, Nilainya Rp 116 Triliun

"Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa! Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan! Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain!" tegasnya.

Prabowo menegaskan, dirinya tak membenci bangsa lain, tetapi ia tidak mau jika kekayaan bangsa Indonesia mengalir ke luar negeri.

"Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri," ujarnya.

Baca juga: Tak Jadi di DPR, KSPI Bakal Rayakan May Day 2026 Bersama Prabowo di Monas

Presiden Prabowo pun menegaskan tidak akan menoleransi orang-orang pintar yang tidak patriotik.

Meski orang itu sangat pintar tapi tidak mau membela bangsa Indonesia, Kepala Negara mempersilahkannya untuk pergi.

"Kalau saudara mau, silakan, Jangan ikut pemerintah yang saya pimpin. Pilih. Setiap manusia boleh pilih. Pilih bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik," ucapnya.

Baca juga: Prabowo Roasting Trenggono dan Kapolri: Enggak Boleh Pingsan Lagi, Makin Kurus Kau Ya

Di kesempatan ini, Prabowo juga mengatakan sudah terlalu lama sumber daya alam dan ekonomi bangsa Indonesia dikuasai oleh pedagang-pedagang yang harus dipertanyakan nasionalismenya.

Menurutnya, ada pengusaha di berbagai sektor yang mendapat kemudahan, tetapi malah memberikan hasil alam Indonesia ke bangsa lain.

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia. Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan," kata Prabowo.

Baca juga: Sebut Anak Sekolah Suka MBG, Prabowo: Menghemat Uang Mereka

Oleh karenanya, Prabowo selaku Presiden RI juga tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini.

Prabowo menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus mengalir dan dinikmati oleh rakyat Indonesia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia pun mengajak para jajaran Kabinet Merah Putih serta jajaran Danantara untuk mewujudkan hal itu.

"Saya menghimbau, saya menggugah kalian, saya menggugah kalian. Kerahkan dari hatimu, kerahkan dari hatimu cintamu kepada bangsa dan rakyat. Berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita. Ini kesempatan emas. Ini kesempatan emas. Kita sudah mengerti kekayaan kita. Kita sudah paham, kita sudah lihat data-datanya. Sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelola," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Identifikasi 10 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Rampung, Tim Gabungan Gunakan Sidik Jari dan Data Medis
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditahan, Kasus Korupsi Dana Energi Rp271 Miliar
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Tergesa di Jalan, Terhenti Selamanya
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Adelia Lulusan UB Baru 4 Bulan Bekerja dan Bu Ela Guru PNS, Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Jasa Raharja Terbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.