KPK Mendalami Peran Pemodal Politik Bupati Ponorogo

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami sosok pemodal politik yang membiayai Sugiri Sancoko saat maju sebagai calon Bupati Ponorogo pada Pilkada 2024. Pemodal yang dimaksud adalah Sugiri Heru Sangoko, yang saat ini menjabat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa lembaganya tengah menyelidiki sejauh mana keterlibatan pemodal tersebut. "Kami dalami bagaimana peran dari pihak pemodal ini," ujar Budi kepada jurnalis di Jakarta, Rabu (29/4).

BACA JUGA: KPK Periksa Pengusaha Billy Beras dalam Kasus Korupsi DJKA

Penyelidikan tidak hanya berhenti pada pendanaan politik. KPK juga menelusuri apakah Sugiri Heru memiliki keterlibatan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. "Nah itu tentu masih terus didalami," kata Budi menambahkan.

Lebih lanjut, lembaga antirasuah memeriksa kemungkinan adanya peran krusial pemodal dalam mengondisikan atau menentukan vendor pengerjaan proyek-proyek daerah. Sementara itu, Bupati nonaktif Sugiri Sancoko sendiri saat ini telah menjalani persidangan atas kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

BACA JUGA: KPK Periksa Dirut PT Qualita Indonesia di Kasus EDC

Sebelumnya, pada 9 November 2025, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan jabatan, proyek di RSUD dr. Harjono Ponorogo, serta gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo. Penetapan ini dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Ponorogo.

Keempat tersangka adalah Bupati Sugiri Sancoko, Direktur RSUD dr. Harjono Yunus Mahatma, Sekda Ponorogo Agus Pramono, serta pihak swasta Sucipto. Sugiri dan Agus disebut sebagai penerima suap untuk klaster pengurusan jabatan, sementara Yunus sebagai pemberi. Dalam klaster proyek RSUD, Sugiri dan Yunus sebagai penerima, dengan Sucipto sebagai pemberi suap. Untuk klaster gratifikasi, Sugiri tercatat sebagai penerima dengan pemberi suap Yunus Mahatma. (tan/jpnn)

BACA JUGA: Tanggapi Rekomendasi KPK Soal Tata Kelola Parpol, Ahmad Doli DPR: Progresif, Ciptakan Demokrasi Makin Berkualitas


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas hoki putri incar peringkat ketiga
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Awali Musim F1 2026 dengan hasil Buruk, Fernando Alonso Akhirnya ungkap Masa Depannya di Formula 1
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Lugimen Bisa Cuci Darah Dua Kali Sepekan Tanpa Biaya dengan BPJS Kesehatan, Begini Ceritanya
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Laba Vale (INCO) Melejit 100% di Q1 2026, Tembus US$ 43,6 Juta
• 52 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
TNI Tangani Terorisme Berbahaya jika tak Tunduk pada Peradilan Sipil
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.