Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada jemaah haji Indonesia yang sedang beribadah di Arab Saudi pada Selasa (28/4), merupakan bus rombongan kloter SUB 2 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo.
Lokasi kecelakaan berada di Jabal Magnet, 60 km dari pusat Kota Madinah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Asadul Anam, mengatakan rombongan itu mengalami kecelakaan saat sedang melaksanakan agenda ziarah.
"Ya, itu terjadi dari SUB 2. Jadi mereka mengadakan ziarah ke Jabal Magnet sama pencetakan Al-Quran. Kemudian itu diselenggarakan oleh salah satu KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) di Probolinggo. Jadi mereka KBIH mengadakan kegiatan ziarah," ujar Anam di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (Ahess), Rabu (29/4).
Anam menyampaikan, insiden itu diduga akibat adanya kendaraan yang mendadak keluar dari sisi jalan.
"Maka busnya tidak bisa mengendalikan diri akhirnya tabrakan itu," ucapnya.
Tidak ada korban jiwa atas insiden ini. Namun, kata Anam, terdapat lima jemaah mengalami luka ringan. Mereka telah ditangani secara medis di rumah sakit Arab Saudi dan kini telah kembali ke pemondokan.
"Yang mengalami luka ringan korbannya ada 3 terkena serpihan kaca dibawa ke klinik haji saja. Kemudian luka ringan berikutnya ada Siti Sugi Hartini dan Siti Aisyah. Ini sempat dibawa ke rumah sakit untuk memastikan apakah mereka memiliki luka dalam atau seperti apa. Ternyata enggak ada. Karena dibawa ke rumah sakit Arab Saudi maka di situ dibutuhkan laporan seperti itu," ujarnya.
"Jadi tidak ada yang kemudian luka berat tidak ada. Hanya luka ringan semuanya lima orang. Jadi, Dede Abdul Hamid, Soeharto, Inggo Yuniko, kemudian Siti Sugi Hartini dan Siti Aisyah," lanjutnya.
Atas peristiwa ini, Anam mengimbau kepada KBIH untuk lebih hati-hati saat mengadakan tur ziarah bersama jemaah haji di Arab Saudi.
"Inti kegiatan di Madinah ini kan ibadah. Oleh karena itu fokuskan di ibadah dulu. Kalau kemudian ada waktu itu tidak perlu jauh-jauh. Karena subuh sampai zuhur ini kan waktunya pendek. sehingga untuk mereka mau mengejar Arbain itu masih memungkinkan," ucap dia.
"Jadi City Tour yang dipaketkan di Madinah itu enggak sejauh itu. Jabal Mahd itu kan sudah di luar tanah haram. Oleh karena itulah saya katakan tadi, 'Oh, ini yang mengadakan siapa?' 'KBIH, Pak.' Ya sudah. Kalau begitu KBIH harus lebih waspada, lebih hati-hati karena posisi di Madinah ini waktunya sangat sempit. Karena terikat dengan jadwal waktu salat," imbuhnya.





