Mixue Tutup 428 Gerai Luar Negeri, Indonesia dan Vietnam Paling Terdampak

narasi.tv
4 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan jaringan minuman teh susu dan es krim asal China, Mixue, melakukan penutupan ratusan gerai di pasar luar negeri sepanjang tahun lalu. Indonesia dan Vietnam menjadi dua negara yang paling terdampak dalam langkah efisiensi tersebut.

Dalam laporan keungan terbarunya, perusahaan mencatat jumlah gerai internasional Mixue menyusut 428 gerai di sepanjang 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi dan optimalisasi operasional bisnis waralaba di luar China dan menyeleksi gerai-gerai yang dinilai kurang efisiensi.

"Fokus pada pengoptimalan operasional gerai yang ada untuk mendukung operasional jangka panjang, berkelanjutan dan stabil," tulis laporan keuangan terbarunya dikutip dari VN Express, Rabu (29/4/2026).

Penutupan tersebut menandai perubahan fokus perusahaan tidak lagi semata mengejar pembukaan gerai baru sebanyak mungkin, melainkan fokus memastikan outlet yang sudah berdiri benar-benar menghasilkan dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Indonesia dan Vietnam menjadi dua negara yang paling terdampak oleh langkah ini. Meski tidak dirinci secara spesifik berapa jumlah gerai yang ditutup di masing-masing negara, keduanya memang dikenal sebagai pasar terbesar Mixue di luar China.

Vietnam tercatat memiliki 1.304 gerai per September 2024, sementara Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan ekspansi waralaba tercepat sejak beberapa tahun terakhir.

Perubahan Strategi Bisnis Mixue di Asia Tenggara

Mixue mulai melakukan perubahan signifikan dalam model bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Di Vietnam, perusahaan mempercepat model bisni transisi dari format gerai kecil tradisional ke outlet yang lebih besar dan berasa di lokasi yang lebih strategis.

Gerai baru dirancang dengan area persiapan lebih luas, tampilan langsung menghadap jalan, dan kapasitas pelayanan yang lebih besar dibandingkan dengan model lama.

Penataan ulang jaringan gerai ini juga didasari oleh evaluasi terhadap efektivitas dan efisiensi gerai lama di pasar Asia Tenggara, termasuk di pasar Indonesia yang selama ini dipenuhi dengan outlet kecil yang mengusung ekspansi agresif.

Ekspansi Mixue ke Pasar Baru

Meski menutup ratusan gerai di sejumlah negara, Mixue tetap memperluas jejak bisnis di pasar lain. Perusahaan membuka gerai di Amerika Serikat dan Kazakhsta. Selain itu, Mixue juga masuk ke pasar Malaysia dan Thailand menggunakan merek berbeda yakni Lucky Cup.

Secara global, Mixue masih tercatat sebagai jaringan makanan dan minuman terbesar di dunia berdasarkan jumlah toko. Hingga akhir tahun 2025, Hingga akhir tahun lalu, perusahaan memiliki 59.823 gerai di seluruh dunia, dengan 55.356 di antaranya berada di China daratan.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi harga murah yang selama ini menjadi kekuatan utama Mixue. Produk-produk Mixue seperti lemonade, es krim, milk tea, dan fruit tea dijual dengan harga yang terjangkau karena perusahaan mengendalikan rantai pasok dari produksi bahan baku, logistik, riset pengembangan, hingga kontrol kualitas.

Strategi harga terjangkau ini menjadi kekuatan utama Mixue dalam bersaing dan memperluas konsumen pasar terutama di Asia Tenggara, terutama di segmem minuman murah. Namun setelah fase ekspansi besar-besaran, perusahaan kini mulai masuk tahap konsolidasi dengan menata ulang jaringan gerang agar lebih sehat secara bisnis.

Meski jumlah toko luar negeri menyusut, kinerja keuangan Mixue justru masih tumbuh kuat. Pendapatan perusahaan melonjak sebesar 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan (setara dengan sekitar Rp84,92 triliun). Begitu pula dengan laba bersih yang naik 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan (sekitar Rp14,98 triliun).

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SPPG yang Terkena Suspend Menyeluruh Dipastikan Tak Dapat Insentif
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Kemensos Terus Kirim Bantuan Korban Gempa dan Konflik Sosial Maluku Utara
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat 24,22 Poin ke Level 7.096,61 pada Perdagangan Rabu Pagi
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Jaksa Agung tegaskan tak toleransi pegawai dijatuhi hukuman disiplin
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo: Dalam Sejarah Dunia, Adakah yang Bangun 30.000 Koperasi Setahun?
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.