Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengecek Daycare Pelangi Anak Negeri di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yang kini merawat anak-anak korban kekerasan dan penelantaran Daycare Little Aresha.
"Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban kami mencarikan daycare-daycare lainnya yang amanah, yang standar, baik dan berizin tentunya. Oleh karena itu hari ini kami melihat, mengamati, kemudian juga ngecek gitu ya, bahwa daycare yang ada di sini," kata Hasto, Rabu (29/4).
Hasto mengatakan di daycare ini ada tujuh anak korban Daycare Little Aresha. Lima dari tujuh anak ini merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti gangguan bicara.
"Ada yang gangguan-gangguan bicara, ada yang kemudian dia memang sejak awal ya secara kongenital, kelainan sejak lahir, itu ada yang sindrom misalkan down syndrome ya, kemudian ada yang hiperaktif, autis gitu, ya. Ada yang kelainan-kelainan neurologis yang juga sejak awal," katanya.
Hasto akan menelusuri apakah kondisi anak-anak ini disebabkan oleh kekerasan yang dilakukan Daycare Little Aresha.
"Harus ditelusur satu per satu, harus ditelusur kan tidak bisa serta-merta itu enggak bisa. Kapan dititipkan (ke Little Aresha), mulai kapan, sebelum dititipkan kayak apa, setelah dititipkan kayak apa kan butuh pendalaman lah satu per satu," ujarnya.
Selain tujuh anak ini, anak-anak korban Little Aresha lain diasuh di berbagai daycare di Yogyakarta. Kondisinya dipastikan aman dan nyaman.
Daycare Little Aresha adalah tempat penitipan anak di Yogya yang melakukan kekerasan dan penelantaran. Ada 53 anak yang menjadi korban.
Sebanyak 13 orang telah ditetapkan tersangka, termasuk ketua yayasan dan kepala sekolah.
Dalam video yang viral, tampak anak-anak balita itu diikat kaki, tangan, dan badannya, diduga agar tidak rewel. Mereka diletakkan di matras puzzle di atas lantai.





