Gilang Dirga Soroti Usulan Gerbong Perempuan KRL Menteri PPPA, Singgung Cara Komunikasi Pejabat Publik

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Presenter sekaligus aktor Gilang Dirga ikut menyoroti pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait usulan pemindahan gerbong khusus perempuan pada KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian kereta.

Usulan tersebut muncul pascainsiden di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, sebagai langkah yang disebut bertujuan meningkatkan keamanan penumpang perempuan serta mengurangi risiko fatalitas jika terjadi kecelakaan.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai sorotan dari Gilang Dirga yang kemudian mengunggah tanggapannya melalui media sosial pribadinya. Ia mengaku menyampaikan kritik dengan tetap menghormati korban insiden tersebut.

Laki-laki Seolah Tidak Berharga

Dalam unggahannya, Gilang menuliskan, "Saya berduka dengan kejadian yang menimpa saudara kita di Bekasi Timur. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, ijinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya.”

Ia menilai usulan Arifah Fauzi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di publik.

“Statement anda yang mengusulkan bahwa gerbong perempuan akan pindah ke tengah sementara laki-laki di ujung menurut saya sangat tidak mencerminkan seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," tuturnya.

Gilang bahkan menyoroti dampak persepsi dari pernyataan tersebut terhadap berbagai pihak.

“Seolah-olah di mata anda laki-laki tidak berharga. Laki-laki tidak apa-apa jadi korban, yang penting perempuan aman," kata Gilang.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung dampak terhadap perempuan, yang menurutnya selama ini telah memperjuangkan kesetaraan.

“Perempuan yang selama ini berjuang untuk terciptanya emansipasi wanita, seolah anda mengatakan perempuan lebih lemah maka harus dilindungi," Gilang mengatakan.

Dalam kritiknya, Gilang juga menyinggung pihak operator transportasi. Menurutnya, pihak KAI tentu memiliki usul yang lebih solutif agar kejadian serupa tidak terulang lagi, seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi.

Ia menegaskan bahwa fokus utama seharusnya adalah keselamatan semua penumpang tanpa membedakan gender

“Keluarga korban tentunya tidak ingin agar hal tersebut terulang kembali. Kepada siapapun, mau laki-laki ataupun perempuan.”

Kritik Cara Komunikasi Pejabat

Di bagian akhir, Gilang turut menyoroti gaya komunikasi pejabat publik dalam menyampaikan kebijakan ke masyarakat.

“Sampai kapan kita harus selalu disuguhkan dengan buruknya cara berkomunikasi dan public speaking pejabat seperti anda? apakah masih ada pejabat yang betul-betul bicara dengan ‘hati’?”

Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Warganet banyak yang mendukung pandangan Gilang yang menilai solusi transportasi publik seharusnya lebih fokus pada aspek teknis keselamatan bukan gender semata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul: 453 Siswa Sekolah Rakyat Akan Lulus Tahun Ini
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Satu Proyek dengan Kekasih, Sean Gelael Sebut Hana Malasan Sosok Pekerja Keras
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Tim SAR Evakuasi Jenazah Lansia dari Jurang Sianok Agam
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Kecelakaan Kereta di Perlintasan Sebidang Terjadi Lagi, Truk Tertemper KA Dhoho di Blitar
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Pascainsiden Tabrakan Kereta di Bekasi, Dedi Mulyadi Gelontorkan Rp20 Miliar untuk RSUD Kota Bekasi
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.