REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Prosesi Wisuda Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Gedung Pewayangan Kautaman, Komplek TMII, Jakarta Timur, berlangsung khidmat. Momentum ini menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi jalan penting dalam membangun masa depan, sejalan dengan semangat para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Ketua Ikatan Alumni Nusa Mandiri (IKANI), Arief Rama Syarif, yang hadir sebagai tamu undangan mengungkapkan rasa kagumnya terhadap semangat para wisudawan.
“Saya sudah melihat beberapa kali bagaimana perjuangan para pembelajar hebat di Indonesia itu tetap ada, khususnya di Universitas Nusa Mandiri. Walaupun banyak di sosial media mengatakan pendidikan itu skam, tetapi kita bisa lihat hari ini bahwa memang ada orang yang tetap terus berjalan dengan keyakinan bahwa pendidikan itu bisa mengubah masa depan,” ujarnya.
Arief juga menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah lulus. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Ini bukanlah akhir perjalanan untuk belajar, tapi ini adalah awal dari perjalanan yang lain. Apalagi di zaman saat ini, di mana teknologi terus berkembang, kita sebagai manusia juga harus terus belajar,” katanya.
Dia menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Menurutnya, baik pembelajar maupun pendidik harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
“Perkembangan Artificial Intelligence ini dengan pendidikan kita saat ini, mungkin sudah saatnya kita juga beradaptasi. Sama seperti dulu saat komputer pertama kali hadir, kalau kita tidak belajar, kita akan tertinggal,” kata dia.
Arief juga menilai prosesi wisuda UNM kali ini memiliki suasana yang berbeda dan lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan perjalanan panjang institusi tersebut dalam mencetak lulusan berkualitas.
“Ini adalah suasana yang berbeda, mungkin karena usia yang sudah matang dan telah melahirkan ribuan lulusan, sehingga ini jadi momen yang paling meriah yang saya lihat,” kata dia.
Ia optimistis ke depan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis akan semakin mampu mencetak lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
“Di masa depan, UNM akan menjadi kampus yang bisa melahirkan lulusan-lulusan yang dapat beradaptasi dengan industri kita,” tambahnya.