The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga pada April 2026, Pantau Dampak Perang Iran

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan pekan ini.

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga pada April 2026, Pantau Dampak Perang Iran. (Foto: AP)

IDXChannel - Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan pekan ini.

Dilansir dari AFP pada Rabu (29/4/2026), Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tersebut memantau dampak perang dengan Iran terhadap perekonomian.

Baca Juga:
Rupiah Menguat ke Rp17.229, Konflik Iran dan Sinyal The Fed Masih Bayangi Pasar

Pertemuan ini diperkirakan akan menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai ketua The Fed. Masa jabatannya akan habis bulan depan.

Para pejabat The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran antara 3,50 persen dan 3,75 persen. Bank sentral itu tidak mengubah kebijakan moneternya sejak awal tahun. 

Baca Juga:
Bursa Asia Beragam, Pasar Cermati Konflik Iran dan Arah Suku Bunga The Fed

Keputusan mereka akan diumumkan pada Rabu waktu setempat.

Bank Sentral AS memiliki mandat ganda untuk menjaga inflasi dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga:
Harga Emas Dunia Merosot, Pasar Nantikan Sinyal The Fed

Namun, inflasi AS telah melonjak jauh di atas target dua persen selama bertahun-tahun. Pada Maret, inflasi konsumen naik tajam menjadi 3,3 persen secara tahunan, didorong oleh harga energi yang lebih tinggi akibat perang di Iran.

Timur Tengah telah dilanda perang sejak AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari dengan serangan udara yang masif, yang memicu tindakan balasan Iran.

Iran memblokir Selat Hormuz yang penting, tempat sekitar seperlima minyak dan gas dunia biasanya mengalir, sehingga menyebabkan lonjakan harga energi dan mengakibatkan kekurangan pasokan yang meluas.

Para pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka khawatir dengan efek domino dari kenaikan harga energi yang, selain memicu inflasi, juga dapat memperlambat perekonomian karena peningkatan biaya produksi.

Namun, pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak, karena bank sentral menunggu untuk melihat di sisi mana dari mandatnya mereka perlu melakukan intervensi. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Taksi Listrik Picu Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kebakaran Hutan Jepang Belum Terkendali, Ribuan Warga Dievakuasi
• 18 jam laludetik.com
thumb
Tanpa Tembakan, Iran di Ambang Hancur? : Trump Ungkap ‘Bom Waktu’ yang Siap Meledak
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Pastikan RI Siap Antisipasi Dampak Dinamika Global
• 23 jam laludetik.com
thumb
Mensos Puji Menteri Imipas soal Strategi Benahi Lapas: Dirasakan Hasilnya
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.