Pameran Properti Jadi Ruang Konsultasi Warga Jogja Sebelum Beli Rumah

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Mencari properti di Yogyakarta bukan sekadar soal memilih rumah atau apartemen. Bagi banyak calon pembeli, justru langkah awal dari proses ini yang biasanya terasa paling membingungkan, seperti memahami skema KPR, memastikan legalitas lahan, hingga menimbang potensi investasi.

Di tengah kebingungan itu, pameran Property Investment 2026 yang digelar di Atrium Plaza Ambarrukmo mulai Senin (28/4), menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan masyarakat untuk mencari jawaban.

Tak hanya menghadirkan berbagai pilihan hunian dari sejumlah developer, pameran ini juga menyediakan sesi konsultasi gratis dengan para ahli properti. Fasilitas ini justru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang masih berada di tahap awal pencarian.

Arya, salah satu pengunjung, mengaku datang bukan untuk langsung membeli, melainkan memahami prosesnya terlebih dahulu.

“Aku kan udah sempat tanya-tanya soal KPR tuh gimana. Terus ya ditawarin juga sih lebih baiknya KPR,” ujarnya saat ditemui tim Pandangan Jogja, Senin (28/4).

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi properti di masyarakat masih cukup tinggi. Di Yogyakarta, persoalan kepemilikan lahan hingga skema pembiayaan memang kerap menjadi pertimbangan yang tidak sederhana.

Sales dari Damai Putra Group, Jeihan Nabila, misalnya, mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek legalitas sebelum membeli properti. Ia menyinggung isu Tanah Kas Desa (TKD) yang belakangan banyak diperbincangkan di Yogyakarta.

“Apalagi sekarang kan isunya kalau Jogja banyak yang TKD. Nah itu penting banget untuk legalitas. Jangan sampai nanti sertifikatnya bodong,” katanya.

Di sisi lain, para pengembang tetap menekankan potensi keuntungan investasi properti di Yogyakarta, terutama dari kenaikan nilai tanah di lokasi strategis. Namun, bagi sebagian pengunjung, memahami risiko dan mekanisme pembelian menjadi langkah yang tak kalah penting sebelum memutuskan investasi.

Pameran Property Investment 2026 diikuti oleh sejumlah developer seperti Damai Putra, Rizky Rahmat Manunggal, Patra Land, hingga Saraswati Indoland, serta turut menghadirkan brand furnitur dan jasa interior dalam satu lokasi. Dengan konsep tersebut, pengunjung dapat mengakses berbagai informasi dalam satu tempat, mulai dari pilihan hunian hingga skema pembiayaan.

Property Investment 2026 masih berlangsung hingga 3 Mei 2026 dan terbuka untuk umum selama jam operasional mal. Bagi sebagian warga, pameran semacam ini bukan sekadar tempat berburu promo, melainkan menjadi titik awal untuk memahami dunia properti yang kian kompleks.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link dan Jadwal Dewa United Vs Persijap, Duel Tim dengan Tren Positif
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Geopark Rinjani-Lombok Kembali Raih Pengakuan Dunia dengan Kartu Hijau UNESCO Kedua
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kemenhub Sidak Green SM di Bekasi, Periksa Manajemen Keselamatan Perusahaan
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo: Kita Jangan Jadi Bangsa Rendah Diri, Banyak Negara Belajar MBG dari Kita
• 2 jam laludisway.id
thumb
Tren Karyawan Meta hingga Google Resign, Bikin Startup dan Raup Investasi
• 7 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.