Bada PHK Mengintai Sektor Tekstil dan Nikel, KSPI Minta Pemerintah Turun Tangan

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan  tekstil dan produk tekstil (TPT) serta nikel karena industri tersebut rentan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK)

Presiden KSPI Said Iqbal memaparkan, tekanan terhadap industri sektor riil masih terjadi hingga saat ini. Dia menjelaskan TPT serta nikel belum keluar dari permasalahan ancaman geopolitik hingga krisis bahan baku.

Seiring dengan hal tersebut, Said pun meminta pemerintah segera bertindak guna menjaga keberlangsungan sektor-sektor itu. 

"Jadi kami minta kepada pemerintah untuk selamatkan industri TPT dan nikel tersebut," kata Said dalam konferensi pers secara daring pada Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, industri semen juga mengalami ancaman tetapi dari sisi kelebihan pasokan (oversupply). Said pun meminta pemerintah untuk memberlakukan moratorium guna menahan tekanan terhadap pelaku usaha dan tenaga kerja.

Selanjutnya, Said juga memperingatkan eskalasi konflik geopolitik global, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berpotensi memicu terjadinya PHK besar-besaran.

Baca Juga

  • Profil 3 Perusahaan Tekstil yang Bangun Pabrik Rp1 Triliun di Subang Smartpolitan
  • Pabrik Tekstil Senilai Rp1 Triliun Dibangun di Subang, Potensi Serap 3.000 Pekerja
  • Nilai Tukar Rupiah Lemah, Industri TPT Khawatir Konsumsi Tekstil Merosot

"Kondisi ini disebut telah mendorong sedikitnya 10 perusahaan bersiap melakukan PHK, apabila situasi terus memburuk," jelas Said.

Adapun, Said juga menyatakan batal menggelar unjuk rasa peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di depan Gedung DPR RI. Aksi tersebut akan dilakukan di Silang Monas, Jakarta Pusat bersama dengan konfederasi buruh lainnya.

Dia menjelaskan, pemindahan lokasi aksi tersebut dilakukan setelah pihaknya bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/4/2026) kemarin.

Menurutnya, KSPI telah meminta pertemuan khusus dengan Prabowo sebelum 1 Mei, dan baru terlaksana kemarin. Dalam pertemuan tersebut, dia menyebut Prabowo telah menegaskan komitmen untuk mewujudkan harapan dan isu terkait kesejahteraan buruh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
• 5 jam lalumatamata.com
thumb
Momen Masinis KA Argo Bromo Anggrek Bicara Kecelakaan Kereta di St. Bekasi Timur
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Munafri: Mitigasi Diperkuat, Antisipasi Banjir hingga Kebakaran
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Dana KUR Jangan Disia-siakan, UMKM NTT Didukung Naik Kelas
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sertijab Menteri LH, Jumhur Hidayat Resmi Jadi Penjaga Lingkungan RI
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.