PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat kinerja positif sepanjang kuartal I-2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp6,7 triliun.
IDXChannel - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat kinerja positif sepanjang kuartal I-2026. Pada periode tersebut, perusahaan Distribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan penyedia Layanan Solusi dan Konsultasi itu membukukan pendapatan Rp6,7 triliun, tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,5 triliun.
Dari sisi bottom line, MTDL meraih laba bersih sebesar Rp158,9 miliar, dari kombinasi dua lini bisnis utamanya, Distribusi TIK serta Layanan Solusi dan Konsultasi. Untuk bisnis Distribusi TIK menghasilkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen.
Portofolio produk MTDL yang beragam terutama dari notebook dan smartphone menjadi kekuatan utama unit bisnis Distribusi dalam menghadapi kondisi saat ini yang menantang. Secara khusus, segmen telekomunikas, khususnya smartphone terus menunjukkan ketahanan. Terbukti, pada tiga bulan pertama 2026 ini segmen ini tumbuh hingga 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer di tengah ketatnya ketersediaan produk dan kenaikan harga baik dari notebook dan smartphone telah membuat unit bisnis Distribusi tetap menjadi mesin pertumbuhan pendapatan utama perseroan,” kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja melalui keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Adapun unit bisnis Solusi dan Konsultasi Digital membukukan pertumbuhan pendapatan 7,2 persen. Pertumbuhan pendapatan unit bisnis ini didukung peningkatan permintaan layanan dari industri-industri utama, seperti jasa keuangan dan telekomunikasi masing-masing 10,9 persen dan 8,8 persen.
Di tengah memanasnya perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung, MTDL terus fokus pada perluasan basis pendapatan berulang (recurring income) untuk meningkatkan stabilitas pendapatan dari unit bisnis Solusi dan Konsultasi. Kinerja yang kuat dari 8 pilar solusi digital MTDL khususnya: cloud, managed services, dan digital business platform telah mendorong pertumbuhan pendapatan berulang pada periode ini mencapai 60,5 persen dari total pendapatan unit bisnis Solusi dan Konsultasi, atau meningkat 39, persen
Kendati demikian, hasil positif dari kinerja di kuartal pertama tersebut tidak membuat perseroan terlena kala industri saat ini tidak menentu. Susanto menyebut, meningkatnya risiko geopolitik, keterbatasan rantai pasok, ketidakpastian harga, serta visibilitas permintaan yang terbatas menjadi tantangan nyata bagi perseroan.
"Menghadapi kondisi tersebut, MTDL memilih untuk mengeksekusi strategi dengan cara menjaga pangsa pasar, serta memanfaatkan model bisnis, produk dan solusi yang terdiversifikasi untuk mempertahankan pertumbuhan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Susanto.
(Rahmat Fiansyah)





