Setahun Sekolah Rakyat 166 Titik 15 Ribu Harapan, Gus Ipul: Ini Gerakan Memutus Kemiskinan

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Program Prioritas Nasional, Sekolah Rakyat telah berjalan satu tahun.

Kehadiran program inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto ini semakin menegaskan instrumen strategis pemerintah dalam memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang menyasar kelompok paling rentan.

BACA JUGA:Arahan Prabowo, Kemensos Dorong Percepatan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat

“Hampir satu tahun berjalan, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan. Anak-anak yang selama ini tak terlihat, yang tak pernah tersentuh pendidikan, hari ini kita jemput, kita didik, dan kita siapkan masa depannya. Ini bukan sekadar program, ini gerakan memutus rantai kemiskinan,” tegas Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri acara “Satu Tahun Perjalanan Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan” di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rabu, 29 April 2026. 

Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar memberi akses pendidikan, tetapi menghadirkan intervensi menyeluruh bagi keluarga miskin.

“Sekolah Rakyat pada dasarnya adalah bagian dari penuntasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan muaranya setelah lulus mereka menjadi keluarga yang mandiri. Ini miniatur penuntasan kemiskinan,” ujarnya.

BACA JUGA:Kemensos Jajaki Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat Bekerja di Jepang

Sekolah Rakyat mencatat capaian nyata selama hampir setahun penyelenggaraannya, antara lain sebanyak 166 lokasi rintisan dibangun di 34 provinsi serta menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kemudian, sistem tanpa seleksi akademik, berbasis penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga.

Ditambah pula model sekolah asrama penuh dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, dan pembinaan karakter.

Capaian tersebut terlihat dari sebagian besar siswa berasal dari kondisi sosial ekonomi yang sangat terbatas, termasuk yang belum pernah sekolah maupun putus sekolah. Dampak program tersebut mulai terlihat secara nyata, terutama pada aspek kesehatan dan perubahan perilaku siswa.

“Setelah beberapa bulan, berat dan tinggi badan meningkat, anemia menurun, dan anak-anak menjadi lebih disiplin, percaya diri, serta mandiri. Ini terlihat sederhana, tapi sangat mendasar,” jelas Gus Ipul.

BACA JUGA:Gus Ipul Minta Kepala Daerah Ikut Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan masa depan para siswa.

“Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang menganggur. Kita siapkan jalur kuliah maupun pekerjaan sesuai potensi mereka,” tegasnya.

Seiring perluasan program, pemerintah terus memperkuat dukungan infrastruktur dan tata Kelola, antara lain:

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atta Halilintar Berduka Dengar Kecelakaan Maut KRL Bekasi, Suami Aurel Hermansyah Singgung Hal Ini
• 23 jam lalugrid.id
thumb
[FULL] Pasca Operasi, Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Korban Tabrakan Kereta di Bekasi |KOMPAS MALAM
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Geopark Rinjani-Lombok Kembali Raih Pengakuan Dunia dengan Kartu Hijau UNESCO Kedua
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Turis Prancis di Ubud Bali Tewas Usai Jatuh ke Jurang Sedalam 30 Meter
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat 24,22 Poin ke Level 7.096,61 pada Perdagangan Rabu Pagi
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.