Sebuah kapal tanker Jepang yang mengangkut minyak mentah telah melintasi perairan Selat Hormuz pada Selasa (28/4) waktu setempat. Ini menjadi transit pertama bagi kapal tanker Jepang sejak pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari lalu.
Menurut data pelayaran pada MarineTraffic, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (29/4/2026), kapal tanker jenis VLCC (very large crude carrier) yang dimiliki oleh perusahaan penyulingan Jepang, Idemitsu, berhasil melintasi Selat Hormuz setelah berangkat dari Pelabuhan Ras Tanura di Arab Saudi pada 17 April.
Kapal tanker bernama Idemitsu Maru itu telah berada di perairan Saudi sejak akhir Februari, ketika perang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Kapal yang dimiliki perusahaan Jepang, namun berbendera Panama itu, mengangkut 2 juta barel minyak mentah Saudi.
Kapal tanker gas alam cair (LNG) Jepang pertama telah melintasi Selat Hormuz pada awal bulan ini.
Jepang memperoleh sekitar 90 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk, dan merupakan salah satu negara pertama yang melepaskan cadangan minyak strategisnya setelah perang Timur Tengah meletus.
Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan penting untuk pasokan minyak dan gas global, menghadapi gangguan besar sejak perang antara AS-Israel melawan Iran dimulai. Sebelum perang pecah, jalur perairan vital itu dilalui sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair global.
(nvc/ita)





