Jakarta, VIVA – Anggaran pengadaan sepatu siswa untuk program Sekolah Rakyat senilai Rp 27 miliar mulai menjadi sorotan masyarakat. Nilainya dianggap besar, terlebih dengan asumsi harga per pasang dapat mencapai Rp700 ribu.
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menegaskan seluruh anggaran dalam program tersebut ditujukan untuk kebutuhan siswa.
“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Jakarta Pusat, Rabu 29 April 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya soal sepatu, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar lainnya.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” katanya.
Terkait harga yang dinilai tinggi, Gus Ipul menyebut angka tersebut masih berupa alokasi awal dan bisa berubah melalui proses pengadaan.
“Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya. Lha nanti kan ada proses lelang dan lain sebagainya, bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada,” jelasnya.
Ia juga menegaskan proses pengadaan akan diawasi ketat untuk mencegah penyimpangan.
“Kami sudah sampaikan kepada teman-teman yang bertanggung jawab terhadap pengadaan di Kementerian Sosial untuk tidak main-main. Kerjanya diawasi, tidak hanya oleh lembaga-lembaga resmi, tapi juga oleh masyarakat luas. Jangan melakukan penyimpangan, jangan mau diintervensi oleh siapapun,” tegasnya.
Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan ikut campur dalam proses tersebut.
“Saya dan Pak Wamen telah berkomitmen untuk tidak akan ikut-ikut dalam proses pengadaan. Lakukan sesuai prosedur, sesuai ketentuan yang ada. Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.
Sebelumnya, rencana pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kementerian Sosial (Kemensos) diketahui mengalokasikan dana sekitar Rp27 miliar untuk kebutuhan tersebut pada 2026.





