Perempuan Penentu Wajah Kesehatan Bangsa

kompas.id
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Pemenuhan hak kesehatan perempuan bukan sekadar isu medis, melainkan fondasi konstitusional untuk melahirkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Karena itulah, pemerintah berupaya memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam transformasi kesehatan nasional.

Gerak bersama untuk merumuskan langkah nyata agar hak kesehatan perempuan di Indonesia benar-benar terpenuhi secara adil, setara, bermutu, dan berkelanjutan, disuarakan dalam Forum Nasional (Fornas) Kesehatan Perempuan 2026, di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Pada acara tersebut, sejumlah menteri terkait menyampaikan kondisi kesehatan perempuan di Tanah Air, serta upaya yang akan dilakukan.

Fornas Kesehatan Perempuan 2026 yang mengusung tema ”No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh” merupakan kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), serta mitra internasional seperti UNFPA Indonesia.

Acara yang diisi dengan diskusi terkait topik ”Layanan dan Intervensi Kesehatan Perempuan” dan ”Sistem yang Responsif dan Berkeadilan” dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi. Hadir juga Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji Ratu Ayu Isyana Bagus Oka, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, dan perwakilan UNFPA Indonesia.

Baca JugaPerempuan Berperan Penting Jaga Kesehatan Keluarga

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menekankan pentingnya peran domestik perempuan dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional. Menurutnya, saat ini terdapat 74 juta rumah tangga di Indonesia di mana para ibu secara alamiah bertindak sebagai ’menteri kesehatan’ yang merawat anggota keluarga.

Budi menyoroti adanya kesenjangan antara angka harapan hidup (life expectancy) dengan angka harapan hidup sehat (healthy average life expectancy/HALE). Saat ini, rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia mencapai 74 tahun (perempuan bahkan mencapai 76 tahun), tetapi rata-rata usia sehat hanya sampai 65 tahun.

”Kita ingin mendekatkan angka harapan hidup ini dengan usia sehat. Caranya dengan promotif dan preventif melalui gerakan perempuan yang menjaga kesehatan keluarganya,” ujar Budi.

Ketika perempuan sehat, keluarga akan kuat, dan ketika keluarga kuat, Indonesia akan maju.

Karena itulah, ia mendorong perempuan memimpin deteksi dini terhadap tiga penyakit pembunuh utama yakni stroke, jantung, dan ginjal, dengan rutin memantau tekanan darah, gula darah, dan lemak darah.

Kesehatan sebagai hak konstitusi

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyatakan, dengan populasi mencapai 142 juta jiwa (49,6 persen penduduk), perempuan adalah pilar pembangunan dan bukan kelompok minoritas. Namun, tantangan kesehatan perempuan masih kompleks, termasuk Angka Kematian Ibu (AKI) yang kini berada di peringkat ketiga di ASEAN serta ancaman 36.000 kasus kanker serviks per tahun.

Hambatan lain yang muncul meliputi keterbatasan akses geografis di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kendala ekonomi, serta norma sosial dan budaya yang belum sepenuhnya berpihak pada hak-hak perempuan. ”Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat juga dalam membangun keluarga yang berkualitas,” ucap Arifatul.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, menurut Menteri PPPA, pemerintah menjalankan program cek kesehatan gratis sejak 10 Februari 2025 sebagai program prioritas presiden untuk mendeteksi dini penyakit.

Baca JugaPerempuan Masih Belum Otonom atas Tubuhnya  

Adapun Ratu Ayu Isyana Bagus Oka, dalam sambutannya menekankan semangat "No Woman Left Behind". Karena itu, BKKBN fokus pada intervensi kesehatan melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari masa kandungan hingga lansia melalui berbagai program seperti pemberian makanan bergizi (3B), Bina Keluarga Balita, hingga Sekolah Lansia.

Salah satu strategi kunci yang diusung adalah penguatan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) untuk mengatur jarak kelahiran dan mencegah risiko stunting. Selain itu, BKKBN mendorong ’Gerakan Ayah Teladan Indonesia’ untuk memastikan peran ayah dalam mendukung kesehatan mental ibu dan pola pengasuhan bersama.

”Ketika perempuan sehat, keluarga akan kuat, dan ketika keluarga kuat, Indonesia akan maju,” ucap Ratu Ayu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tinjau Komcad ASN, Menhan tekankan penguatan jiwa patriotisme
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Eks DPRD OKU Dituntut 5,5 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pokir
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Walkot Banda Aceh Segel Baby Preneur Daycare Terkait Penganiayaan Anak
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Tinjau Posyandu, Pastikan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Berjalan Optimal di Tingkat Masyarakat
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Hari Puisi Nasional, Menbud Ziarah ke Makam Chairil Anwar
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.