Penggunaan PLTS Atap dinilai memiliki dampak yang sangat signifikan, tidak hanya dalam mengurangi emisi karbon secara langsung, tetapi juga dalam menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan. Dengan memanfaatkan energi surya, sektor industri dan rumah tangga turut berkontribusi menurunkan intensitas energi primer sesuai target Asta Cita dan kebijakan energi nasional. Telah Melayani 11 Ribu Pelanggan Hingga Maret 2026, data menunjukkan tren kenaikan yang sangat positif. Realisasi pelanggan PLTS Atap PT PLN (Persero) telah mencapai lebih dari 11.840 pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari sisi teknis, kapasitas yang berhasil terpasang mencatatkan angka yang impresif:
- Kapasitas Modul Surya: Mencapai 861,14 MWp.
- Kapasitas Inverter: Terlayani sebesar 788,43 MW.
Baca Juga :
Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, Pemerintah Percepat Pembangunan PLTSInisiatif ini menjadi bukti nyata bagi dunia usaha bahwa energi surya bukan lagi sekadar energi alternatif, melainkan telah menjadi bagian integral yang mampu mendukung operasional industri berskala besar. Melalui teknologi yang mumpuni, integrasi energi terbarukan ini terbukti dapat berjalan berdampingan tanpa mengganggu kontinuitas proses produksi di pabrik, sekaligus
meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Akselerasi ini didukung oleh pemberlakuan Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 yang memberikan kejelasan tata kelola dan sistem kuota pengembangan PLTS Atap. Berdasarkan peta jalan pemerintah, kuota sistem PLTS Atap akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga tahun 2028 untuk memastikan stabilitas sistem kelistrikan nasional tetap terjaga.
"PLTS Atap adalah pilar penting dalam strategi baru pemerintah menghadapi tantangan geopolitik global dan kemandirian energi. Ini adalah langkah konkret efisiensi energi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku industri dan masyarakat," ungkap Harris, Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, dalam paparannya.
Dengan realisasi yang terus tumbuh, pemerintah optimis bauran energi baru terbarukan (EBT) akan mencapai target 17-21% pada tahun ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kancah ekonomi hijau global.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)





