Gorontalo – Suasana di “Wombohe Jurnalis”, sekretariat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo, Rabu (29/4/), terasa hangat namun penuh harapan. Para pengelola media siber dan pimpinan perusahaan pers berkumpul, bukan sekadar untuk bermusyawarah, tetapi juga menentukan arah baru organisasi ke depan.
Dari forum itulah, nama Melki Gani (Dulohupa.id) dan Fajri A. Kidjab (TribunGorontalo.com) muncul sebagai nakhoda baru. Keduanya dipercaya memimpin AMSI Gorontalo periode 2026–2030, terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) III—sebuah keputusan yang mencerminkan kepercayaan penuh para anggota.
Konferwil tersebut dibuka oleh Koordinator Wilayah AMSI Indonesia Timur, M. Djufri Rachim, serta dihadiri Ketua AMSI Gorontalo periode sebelumnya, Verrianto Madjowa. Dalam forum sidang, tak ada perdebatan panjang. Seluruh peserta sepakat menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Melki dan Fajri untuk empat tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Djufri mengingatkan bahwa tantangan media hari ini bukan hanya soal bertahan, tetapi juga beradaptasi dan tetap relevan. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan, penguatan organisasi, serta perluasan keanggotaan agar ekosistem media siber di daerah semakin kokoh.
Lebih dari itu, AMSI Gorontalo diharapkan tak tinggal diam menghadapi arus deras informasi yang kerap tak terverifikasi. Disinformasi dan misinformasi di media sosial, menurutnya, harus dilawan dengan kerja-kerja jurnalistik yang kredibel.
“Saya berharap AMSI dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Djufri.
Di sisi lain, Melki Gani menyadari amanah yang kini berada di pundaknya bukan perkara ringan. Ia secara terbuka mengakui masih belajar dalam memimpin organisasi. Namun, di balik itu, tersimpan optimisme untuk membawa AMSI Gorontalo menjadi lebih solid dan berdampak.
“Saya berharap dukungan dari rekan-rekan dan para senior agar organisasi ini bisa berkembang lebih baik,” kata Melki.
Saat ini, AMSI Gorontalo menaungi beragam media siber, mulai dari Tribun Gorontalo, Dulohupa.id, hingga sejumlah platform lokal lainnya. Dengan kepemimpinan baru, harapan pun menguat—bahwa organisasi ini tak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi garda depan dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.





