Sering Makan Korban, Sejumlah Perlintasan Kereta Api di Bogor Belum Berpalang

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Kabupaten Bogor: Sejumlah perlintasan kereta api di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tercatat masih membahayakan warga. Pasalnya, perlintasan-perlintasan tersebut belum dilengkapi palang pengaman dan sistem peringatan yang memadai.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebutkan beberapa lokasi perlintasan sebidang bahkan telah berulang kali memakan korban jiwa sehingga membutuhkan penanganan segera bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kami sudah bersurat berkali-kali kepada PT KAI. Salah satunya palang yang banyak memakan korban, bukan di pinggir jalan raya utama, yaitu di Kelurahan Ciriung arah Jagorawi Golf,” katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 29 April 2026. 
 

Baca Juga :

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pemerintah Segera Bangun Flyover di Perlintasan Sebidang

Ia menjelaskan lokasi tersebut menjadi perhatian serius karena telah menyebabkan beberapa warga meninggal dunia akibat belum adanya palang kereta api yang memadai. Karena belum ada persetujuan penuh dari PT KAI, pemerintah daerah bersama masyarakat setempat membangun pos sementara dan melakukan penjagaan manual secara swadaya.

“Sudah beberapa orang juga meninggal dunia di situ. Kami akhirnya membangun pos sementara, lalu masyarakat swadaya untuk memberikan biaya penjaga palang keretanya, palangnya juga masih manual,” ujarnya.


Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga mencatat sejumlah tempat lain, seperti kawasan Citayam dan beberapa lokasi padat aktivitas warga yang dinilai membutuhkan pembangunan palang kereta dan pos penjagaan. Pihaknya siap membiayai pembangunan pos dan palang kereta apabila mendapat izin PT KAI, termasuk dukungan sistem informasi perjalanan kereta.

Menurut dia, sistem tersebut penting karena hanya PT KAI yang mengetahui secara pasti waktu kereta akan melintas sehingga pengamanan dapat berjalan optimal.

“Yang mengetahui detik berapa kereta akan datang itu kan sistemnya dari PT KAI. Maka prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bogor siap membangun palang kereta api dan pos-posnya, tetapi keputusan ada di PT KAI,” ungkap Rudy.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan PT KAI dapat segera terwujud. Dengan demikian, keselamatan masyarakat di sekitar perlintasan kereta lebih terjamin dan angka kecelakaan dapat ditekan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tersangka Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh Bertambah, Polisi Jerat dengan Pasal 77B
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Dunia Turun Lagi usai The Fed Tahan Suku Bunga
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar 5 Film Indonesia Terlaris 2026 hingga 30 April, Horor Mendominasi
• 30 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Fokus pada Isu Kesehatan dan Sosial, Ini Kiprah dr Stevi Harman di DPD RI
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kemensos Dampingi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek-KRL
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.