Jemaah Indonesia Kecelakaan Saat Wisata, Legislator Minta Kegiatan Selain Haji Diperketat

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pengawasan terhadap kegiatan di luar rangkaian resmi haji 2026 diperketat, menyusul kecelakaan rombongan jemaah Indonesia saat mengikuti city tour.

“Saya turut prihatin dan menaruh perhatian serius terhadap kejadian kecelakaan yang menimpa rombongan jemaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026," kata Dini kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2026).

“Keselamatan jemaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan,” sambungnya.

Menurut Dini, kejadian ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan agar setiap aktivitas jemaah tetap aman.

Baca juga: Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Jabal Magnet, Kemlu Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

“Saya memandang kejadian ini sebagai pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan, agar setiap kegiatan yang diikuti jemaah tetap aman dan tidak menimbulkan risiko yang dapat dihindari,” ucap dia.

Politikus Nasdem itu menegaskan, pemerintah sebenarnya telah memfasilitasi kegiatan ziarah resmi bagi jemaah, misalnya kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan kawasan Jabal Uhud.

Namun, di luar agenda tersebut, kegiatan tambahan seperti city tour tetap kerap diikuti jemaah.

Karena itu, pelaksanaannya harus dikelola secara bertanggung jawab oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Di luar itu, kegiatan tambahan tentu menjadi bagian dari kebutuhan jemaah, namun pelaksanaannya perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab oleh penyelenggara, dalam hal ini KBIH, terutama dalam memastikan dan bertanggung jawab pada aspek keamanan, keselamatan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jemaah,” pungkasnya.

Baca juga: Kronologi Bus Jemaah Haji Indonesia Tabrakan di Jabal Magnet: 10 Terluka, 1 Dalam Perawatan

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan dialami calon jemaah haji asal Indonesia saat mengikuti kegiatan wisata ke Jabal Magnet, Selasa (28/4/2026).

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan insiden tersebut melibatkan dua bus, yakni bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour.

“Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet,” kata Heni dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, terdapat 10 orang yang mengalami luka-luka, terdiri dari tujuh jemaah kloter JKS-1 dan tiga jemaah kloter SUB-2.

Menurut Heni, jemaah dari kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan dari tim kesehatan sebelum kembali ke Hotel Andalus Golden.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Usai Kecelakaan Jabal Magnet, Kemenhaj Ingatkan KBIHU Patuhi Aturan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Viral Daycare Little Aresha, Kini Mencuat Kasus Kekerasan Anak di Daycare Banda Aceh
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Guspurla Koarmada III operasikan pesawat perkuat perairan timur
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Di Balik Tuas Kereta, Masinis Harus Punya Mental yang Kuat
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Bareskrim Sita Aset Rp 15,3 M Keluarga Ko Erwin Bandar Narkoba
• 17 jam laludetik.com
thumb
Lansia di Sumut Ngaku Dibegal, Ternyata Coba Bunuh Diri karena Diusir Keluarga
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.