tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik lewat langkah tak biasa yang langsung menyentuh kehidupan rakyat kecil. Di tengah sepinya penumpang angkot, ia justru melihat peluang besar yang selama ini terabaikan.
Dari obrolan sederhana di jalan, lahir solusi yang berpotensi mengubah nasib para sopir angkot secara drastis.
Momen itu terjadi saat Dedi Mulyadi menaiki angkot menuju Gedung BI Perwakilan Jawa Barat.
Dedi Mulyadi dan Ki Iping Sopir Angkot. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Dalam perjalanan, ia berbincang dengan seorang sopir bernama Ki Iping yang tetap bekerja di usia 70 tahun meski penghasilan kian menurun.
Curhatan Ki Iping soal sulitnya mencari penumpang menjadi titik awal munculnya ide segar dari Dedi.
Alih-alih membiarkan kondisi tersebut berlarut, Dedi Mulyadi menawarkan konsep baru: mengalihkan sopir angkot sepi penumpang untuk menjadi pengemudi armada pengangkut sampah.
Menurutnya, langkah ini tak hanya membantu kebersihan kota, tetapi juga membuka peluang penghasilan yang jauh lebih stabil bagi para sopir.
“Jadi rata-rata sopir di situ penghasilannya Rp60 ribu?” tanya Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (29/4/2026).
“Iya, mau,” jawab Aki Iping.
“Kalau nanti dikasih penghasilan sehari Rp150.000 pada mau dong,” lanjut Dedi.
“Wah, mau,” sahut Aki Iping.
Dedi kemudian memperjelas skemanya dengan menawarkan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan.
“Misalnya nyopirnya jadi nyopir mobil kecil yang mobil bak yang ngangkut sampah. Pada mau enggak?” kata Dedi Mulyadi.
“Mau,” jawab Aki Iping.
“Aki bisa ngajakin teman-temannya?” tanya Dedi.
“Bisa,” ujar Aki Iping.
Melihat kondisi angkot yang kosong, Dedi semakin yakin dengan gagasannya.
“Ini teh angkot kosong aja gitu. Coba lihat, Ki. Kosong. Jadi kalau Aki kemudian nanti kerja jadi sopir mobil sampah provinsi yang bertugas membersihkan kebersihan jalan baik di kota maupun di jalan provinsi di luar kota, berarti sudah ningkatin pendapatan rakyat,” jelasnya.
Perhitungan yang disampaikan Dedi pun cukup mencengangkan.
“Yang asalnya dapatnya hanya Rp1,5 juta menjadi Rp4,2 juta, ekonominya naik. Benar enggak, Ki?” ujar Dedi Mulyadi.
Aki Iping pun mengangguk.




