Usut Kecelakaan KRL vs KRD, Polda Metro Jaya Perksa Sopir Taksi Green SM Inisial RRP

jpnn.com
15 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah memeriksa pengemudi taksi online Green SM berinisial RRP dan sejumlah petugas KAI sebagai saksi kunci dalam insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Penyelidikan kini difokuskan pada pengambilan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Kemenhub Didesak Evaluasi Izin Taksi Green SM Pascatragedi Stasiun Bekasi Timur

"Untuk driver taksi online inisial RRP sudah diminta keterangan kemarin Selasa (28/4) dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Pemeriksaan difokuskan dengan memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Menhub Dudy Kembali Buka Stasiun Bekasi Timur Pasca-Kecelakaan Kereta

Menurut Budi, pemeriksaan terhadap RRP merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap secara utuh kronologi kecelakaan yang melibatkan kereta CommuterLine dan KRD jarak jauh pada Senin (27/4) malam.

Polisi berupaya mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi, termasuk pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

BACA JUGA: Kemenhub Mengusut Dugaan Keterlibatan Taksi Green SM, Berikut Tahapannya

Tak hanya itu, penyidik juga akan memeriksa sejumlah petugas internal perkeretaapian. Pemeriksaan terhadap masinis, petugas stasiun, serta Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4).

"Untuk agenda pemeriksaan petugas, baik masinis, petugas stasiun, maupun Polsuska dari PT KAI akan dilaksanakan besok di kantor PT KAI," ucap Budi.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aspek operasional dan prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai standar.

Lebih lanjut, Budi menyebut pemeriksaan terhadap petugas KAI dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan terdapat kelalaian atau faktor teknis yang menjadi penyebab kecelakaan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah barang bukti serta keterangan saksi tengah dianalisis guna mengungkap kemungkinan insiden ini dipicu oleh human error, gangguan teknis, atau faktor lainnya.

Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam kembali bertambah menjadi 16 orang.

"Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 siang ini di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC (Mia Citra) usia 25 tahun meninggal dunia," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dengan adanya penambahan tersebut, total korban dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur mencapai 106 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, sementara 16 orang dinyatakan meninggal dunia.(antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pernyataan Perusahaan Taksi Green SM terkait Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Kurban dan Dam: Memperkuat Ketahanan Pangan
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Perkuat Peran Satlinmas Jaga Ketertiban Umum
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Tren Lari 5K Jadi Gaya Hidup Anak Muda, Ketahui Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecerdasan
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Cerita Orang Tua Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Masih Sempat Ngobrol dengan Anaknya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.