Menteri Arifah minta maaf pernyataan kurang tepat pemindahan gerbong

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya yang kurang tepat pascainsiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki.

"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," kata Arifah Fauzi.

Ia menambahkan bahwa pernyataannya tidak bermaksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.

"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak," kata Arifah Fauzi.

Menurut dia, seluruh proses penanganan insiden tersebut telah dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh.

Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan.

"Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Ia pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban, doa, serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

"Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan," kata Arifah Fauzi.

Sebelumnya, ia menyampaikan usulan pemindahan gerbong KRL perempuan agar dipindah ke tengah, pasca peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Hal itu disampaikannya usai pihaknya menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4).

Baca juga: Jabar tanggung biaya medis dan santuni korban kecelakaan KA di Bekasi

Baca juga: Basarnas tuntaskan evakuasi korban tabrakan KRL di Bekasi dalam 12 jam






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berlanjut Tanpa Mangkrak
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Upacara militer iringi pemakaman Praka Rico di Deli Serdang
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Melek Tanpa Gelisah, Mahasiswa IPB Bikin VETA Minuman dari Bunga Telang Pereda Stress
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Menyambut Ujung Malam di Gerbang Tanah Suci: Hangatnya Layanan di Pintu Madinah
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Akan Bentuk Satgas PHK, Jadi Kado Hari Buruh?
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.