PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan kinerja marketing sales yang solid pada kuartal I-2026 dengan pencapaian 28 persen dari target tahun berjalan.
IDXChannel - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan kinerja marketing sales yang solid pada kuartal I-2026 dengan pencapaian 28 persen dari target tahun berjalan.
Jika mengacu pada target marketing sales 2026 yang disampaikan perseroan yakni Rp563 miliar, maka pencapaian marketing sales di kuartal I-2026 sebesar Rp157,64 miliar.
Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengatakan, hasil tersebut terutama ditopang oleh permintaan yang sehat pada segmen kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2, seiring mulai pulihnya minat pelaku usaha untuk mengamankan lokasi strategis guna mendukung ekspansi, keberlanjutan bisnis, serta menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang.
"Pencapaian marketing sales pada awal tahun ini mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2. Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/4/2026).
Dia menilai segmen kaveling tanah komersial masih akan menjadi pendorong utama kinerja tahun ini, didukung posisi CBD PIK2 yang semakin berkembang sebagai pusat aktivitas bisnis baru.
Kebutuhan pelaku usaha terhadap lokasi strategis dengan konektivitas unggul diyakini akan terus menopang permintaan pada segmen tersebut.
Sementara itu, segmen produk residensial juga menunjukkan tren positif, didukung oleh perkembangan kawasan PIK2 yang semakin matang dan terintegrasi. Pertumbuhan fasilitas pendukung, infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan memberikan daya tarik tambahan bagi permintaan hunian di dalam kawasan.
Segmen produk komersial masih menunjukkan pendekatan pasar yang selektif pada kuartal I-2026.
Namun, kata dia, CBDK melihat potensi pemulihan yang menarik ke depan seiring bertumbuhnya aktivitas bisnis, meningkatnya kunjungan kawasan, dan penguatan ekosistem komersial di kawasan PIK2.
Prospek kawasan PIK2 semakin diperkuat oleh beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia. Kehadiran NICE diproyeksikan menjadi katalis penting dalam mendorong peningkatan kunjungan, aktivitas usaha, dan eksposur kawasan.
Selain itu, peningkatan konektivitas melalui Jalan Tol Kataraja semakin memperkuat aksesibilitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta kawasan Jabodetabek.
Didukung cadangan lahan sekitar 702 hektare, pengembangan kawasan bisnis yang terus berkembang, serta kontribusi aset pendapatan berulang yang semakin kuat, CBDK memiliki kapasitas besar untuk memperluas pertumbuhan usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Selain itu, mulai tahun ini, penguatan sumber pendapatan berulang (recurring income) akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan CBDK ke depan.
“Kami juga menargetkan Hilton Jakarta PIK2 mulai beroperasi pada tahun depan, sehingga kedua proyek ini akan menjadi sumber pendapatan berulang yang semakin signifikan bagi CBDK, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan PIK2 sebagai destinasi bisnis berskala internasional,” kata dia.
(Dhera Arizona)





