Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pernyataan ini disampaikan seusai insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dengan Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.

Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL

IDXChannel - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah. 

Di mana, gerbong khusus wanita yang berada di depan dan belakang diperuntukkan bagi penumpang laki-laki. 

Baca Juga:
Anggaran Operasional KAI Jadi Sorotan Usai Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Pernyataan ini disampaikan seusai insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dengan Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.

"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," kata Arifah yang dilihat di akun instagram-nya, @arifah.fauzi, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:
Polisi Usut Penyebab Kecelakaan Argo Bromo-KRL di Bekasi dengan Metode TAA

"Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya," lanjutnya. 

Baca Juga:
Polisi Minta Keterangan Sopir Taksi Terkait Kecelakaan KRL, Masinis Diperiksa Besok

Menurutnya, dalam situasi saat itu seharusnya yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak. Dia pun menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus diutamakan 

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," katanya. 

Baca Juga:
Penumpang Whoosh dan LRT Jabodebek Meningkat Pasca-Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian KRL Commuter Line.

"Tadi kita ngobrol dengan KAΙ (PT Kereta Api Indonesia), itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang? Supaya tidak terjadi rebutan," kata Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah.Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia di Persimpangan: Ke Mana Arah Peradaban Kita?
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Monas Jadi Pusat May Day 2026, Buruh Klaim Bakal Dapat “Kejutan” dari Prabowo
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Kulit Bayi Rentan Iritasi, Orang Tua Perlu Lebih Jeli Pilih Perawatan Harian
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kapan Hardiknas 2026? Cek Tanggal, Sejarah, dan Cara Memperingatinya
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.