BSN Fokus Garap Ekosistem Urban, Begini Strateginya

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Tangsel, VIVA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggenjot ekspansi bisnis guna memperluas akses keuangan syariah masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan meresmikan relokasi Kantor Cabang (KC) baru di kawasan strategis Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu kemarin.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa relokasi kantor yang memiliki luas bangunan 1.752 meter persegi ini merupakan respons atas kebutuhan layanan perbankan yang kian kompleks di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat.

Baca Juga :
Rekening Dormant Disebut Bisa Jadi Bom Waktu Sistem Keuangan
Bank Saqu Tegaskan Komitmen dan Dukungan Finansial Bagi Perempuan di Industri Kreatif

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengakselerasi penyaluran pembiayaan sekaligus memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan Jabodetabek.

"Bank BSN hadir di Kota Tangsel, yang juga merupakan salah satu jantung pusat pertumbuhan ekonomi Jabodetabek untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah," kata Alex dikutip dari keterangannya, Kamis, 30 April 2025.

Secara nasional, aset Bank BSN per Maret 2026 telah mencapai sekitar Rp76,2 triliun dengan melayani lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh Indonesia. 

Relokasi kantor cabang di Serpong, Tangsel ini menjadi sinyal kuat kesiapan perseroan dalam menghadapi tantangan pasar dan menangkap peluang pertumbuhan di sektor pembiayaan syariah.

Sejalan dengan visi perseroan untuk terus meningkatkan inklusi keuangan, Bank BSN menetapkan fokus pada tiga pilar bisnis Utama yaitu penyaluran KPR Subsidi, pengembangan UMKM melalui integrasi digital, serta inovasi produk konsumen. 

Untuk perumahan, jelas Alex, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit secara nasional, di mana wilayah Tangerang dan sekitarnya menjadi kontributor utama mengingat ekosistem pengembang yang solid (REI, APERSI, HIMPERA).

Bank BSN kini tengah mengakselerasi digitalisasi perbankan melalui aplikasi Bale Syariah. Hingga saat ini, platform tersebut telah mencatatkan 1,4 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2,7 triliun. 

Alex menambahkan, perseroan akan terus bertransformasi menuju layanan full digital. "Ke depan, nasabah bisa membuka deposito hingga melakukan transaksi beli dan gadai emas cukup melalui Bale Syariah tanpa harus ke kantor. Kami juga akan mengembangkan Bale Syariah Korporat. Inovasi ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong ekspansi kredit sekaligus efisiensi operasional," tambah Alex.

Baca Juga :
Cara Mekari Permudah Perusahaan Kelola Ribuan Bukti Potong PPh Unifikasi secara Terintegrasi
Koperasi Swadharma Ditegaskan Bukan Bagian dari BNI
Industri Asuransi Syariah Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Pasar, Aset Naik 20 Persen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inovasi Medis Terkini, Implan Koklea Pintar Bikin Pendengaran Kian Optimal
• 1 jam laludisway.id
thumb
Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Harga Emas Dunia Turun Lagi usai The Fed Tahan Suku Bunga
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Tok! The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di 3,75%
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Antam Kembali Turun Jadi Rp2.769 Juta per Gram
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.